Saturday, July 04, 2020
Home > Berita > Ustad Masri: Jabatan harus diraih dengan prestasi dan kerja keras

Ustad Masri: Jabatan harus diraih dengan prestasi dan kerja keras

Ustad Masri Nurhasan, S Ag. (aarl)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Jabatan itu tidak boleh diminta, karena tanggung jawabnya amat berat,  karena jabatan harus diraih dengan prestasi dan kerja keras.

Nabi Ibrahim as diuji Allah swt berkali-kali dan ternyata Allah swt akan menjadikannya sebagai pemimpin. Pemimpin dunia.  Jadi kalau di kampus belajar dulu baru diuji, tetapi dalam kehidupan ini diuji dulu baru jadi pembelajaran.

Ustad Masri Nurhasan, S.Ag menyatakan hal itu dalam khutban Idul Adha 1439 H di  masjid Al-Istiqomah, Kawi-Kawi Atas, Jakarta Pusat, Rabu.

Masri menjelaskan beberapa ujian yang dialami Nabi Ibrahim as, di antaranya ketika menyatakan kepada ayahnya manusia akan berdosa bila membuat dan menyembah patung berhala.

“Ia menunjukkan tauhidnya dan dengan berani melawan ayahnya yang membuat dan menyembah patung. Ia tidak berdosa melawan ayahnya, karena memang tidak ada kepatuhan kepada makhluk jika berbuat maksiat kepada Allah swt,” katanya.

Kemudian, ujian berikut yang dialami Nabi Ibrahim, karena ia selama berpuluh tahun tidak dikarunia anak. “Kemudian ia meminta anak soleh, bukan anak kaya raya dan akhirnya ia diberi anak alim dan soleh,” kata Masri.

Penyembelihan hewan qurban di Kawi Kawi Atas jalan Percetakan Negara I Jakarta Pusat. (arl)

Nabi Ibrahim as kemudian menerima perintah yang amat berat, yaitu menyembelih anaknya sendiri. Ia menyembelih Ismail yang akhirnya berubah menjadi domba, setelah Ismail pun mengatakan kepada ayahnya agar memenuhi suruhan Allah swt.

“Perintah menyembelih anaknya Ismail itu bermakna membunuh rasa kepemilikan kepada harta dunia termasuk Ismail.  Alhamdulillah di masjid ini banyak yang menyerahkan hewan qurban, karena orang-orang sadar betapa pentingnya melakukan hal itu,” kata ustad Masri.

Nabi Ibrahim as, kata Masri, ditempa dengan berbagai ujian sampai akhirnya dinyatakan Allah swt sebagai pemimpin dunia dan calon pemimpin apa pun harus menunjukkan prestasi dan kerja keras.

Ia menambahkan, ummat Islam harus rela berqurban demi Allah dan untuk kepentingan orang banyak. “Hasbiyallah wanikmal wakil. Cukuplah Allah sebagai pelindung,” katanya dengan menambahkan Nabi Ibrahim rela masuk ke dalam kobaran api Namrud namun api itu terasa dingin karena izin Allah.

Masyarakat sekitar masjid Al Istiqomah, mempercayakan pemotongan hewan qurban sebanyak delapan ekor sapi dan 19 ekor kambing, – satu sapi dan empat kambing sumbangan dari PN Percetakan Negara RI.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru