Saturday, December 07, 2019
Home > Berita > Uruguay Pulangkan Ronaldo Cs, Prancis Depak Messi Cs

Uruguay Pulangkan Ronaldo Cs, Prancis Depak Messi Cs

Pemain Prancis meluapkan kegembiraan setelah menjebol gawang Argentinan. (reuters)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rusia) – Dua megabintang sepakbola harus pulang cepat dari arena Piala Dunia 2018 di Rusia. Cristian Ronaldo (Portugal) dan Lionel Messi (Argentina), karena timnya menderita kekalahan.

Petualangan juara Eropa Portugal berakhir di Olimpiyskiy Stadium Fisht, Minggu 1/7/2018) dinihari WIB.

Dua gol Edinson Cavani yang hanya bisa dibalas dengan satu gol membawa Uruguay ke babak delapan besar Piala Dunia 2018.

Kemenangan ini membuat Uruguay berhadapan dengan Prancis di perempat final. Prancis sebelumnya mengubur mimpi Argentina lewat laga seru yang berakhir dengan skor 4-3.

Pada babak pertama, Portugal sejatinya lebih menguasai pertandingan. Namun Uruguay bermain lebih taktis hingga mampu unggul cepat ketika laga baru berjalan 7 menit.

Gol bermula dari tengah kanan yang diumpan menyilang laku dkiterima Suarez dengan baik. Ia kemudian melepas umpan akurat ke Cavani yang ada di kanan Gawang yang langsung menanduknya hingga kiper Patricio tak bisa menghalaunya. Uruguai unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Ronaldo Cs terus menekan. Tapi pertahanan kokoh Uruguay begitu sulit ditembus.

Bahkan Uruguay berpeluang menyamakan kedudukan di menit 22 dari bola mati. Tapi tendangan bebas Suarez masih bisa diamankan Patricio. Bola liar bergulir ke kaki Suarez tapi tebakannya melayang di atas gawang.

Portugal terus menekan. Namun Caceres dibantu Nandes dan Gimenz terus meredamnya.

Kesempatan untuk Portugal datang di menit 39. Skuat Fernando Santos mengurung pertahanan Uruguay. Hanya saja bola lambung yang disambut sundulan oleh Guedes yang melompat begitu tinggi belum juga membawa hasil.

Keluar dari ruang ganti, Portugal langsung menekan. Menit 55, kedudukan berubah.

Pertahanan ketat Urguay bisa ditembus. Umpan sialng Guerreiro diambil Pepe yang melompat untuk menyundul bola yang tak bisa dihalau kiper Muslera. Skor menjadi 1-1.

Namun 7 menit berselang Cavani dengan tenang melepas tembakan ke tiang jauh gawang Uruguay. Ia mendapat bola silang kiriman Bentacur dari sisi kanan.

Portugal kembali mendominasi. Tapi lagi-lagi kesulitan menembus pertahanan rapat Uruguay.

Pemandangan menarik terjadi di menit 75 ketika Cavani yang berjalan pincang dipapah Ronaldo keluar lapangan. Beberapa saat Uruguay hanya bermain dengan 10 pemain sebelum kemudian pelatih Oscar Tabarez memasukkan Stuani.

Kehilangan Cavani, daya serang Uruguay menurun. Portugal pun terus menggedor. Menit 77, Ronaldo gagal menuntaskan bola dari tendangan sudut Quarezma. Bola liar diambil Guerreiro tapi sepakannya melambung di atas mistar.

Tambahan waktu 4 menit yang derikan wasit Cesar Ramos asal Meksiko membuat Portugal makin keras berupaya menyamakan kedudukan.

Menit 90+3, Suarez melepas crossing matang ke Rodriguez tapi tak bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Tak lama wasit mengeuarkan kartu kuning untuk Ronaldo yang marah besar ke wasit karena membiarkan pertandingan trus berjalan. Padahal saat itu Quaresma terjartuh.

Hingga pluit panjang dibunyikan wasit, tak ada gol tambahan. Portugal pun angkat koper pulang ke negerinya.

ARGENTINA vs PRANCIS 3-4

Lionel Messi sepertinya tidak akan pernah merasakan jadi juara Piala Dunia bersama Timnas Argentina. Secara menyakitkan Tim Tanggo didepak Prancis 3-4 pada babak 16 Piala Dunia yang dihelat di Kazan Arena, Rusia, Sabtu (30/6) malam WIB.

Messi yang kini berusia 30 tahun sangat mustahil tampil lagi pada Piala Dunia tahun 2022. Bahkan dia sudah mengancam akan mundur usai Piala Dunia Rusia apapun yang terjadi.

Rupanya Messi meski hebat bersama Barcelona, namun kutukan dia tidak bisa membawa Argentina jadi juara kan menghantui karier pemain terbaik dunia selama lima kali ini.

Kekalahan Messi Cs cukup menyakitkan lewat drama tujuh gol. Empat gol Prancis masing-masing dicetak Antoino Griezmaan menit ke-13 lewat tendangan penalti, Pavard menit ke-57 dan Mbappe menit ke-64 dan menit ke-68.

Gol balasan Argentina dicetak Di Maria menit ke-41, lalu lewat gol Marcado menit ke-48 dan gol Sergio Agüero pada masa injury time babak kedua tepatnya menit (90+3).

Memang sejak berlaga di babak penyisihan grup, Messi dan kawan-kawan sudah mengkhawatirkan karena mereka terseok-seok, Argentina lolos dari lubang jarum usai menyingkirkan Nigeria dan akhirnya Messi Cs hanya berada di runner-up grup.

Prancis bermain cepat sejak menit awal. Mereka memanfaatkan kelemahan bek Argentina. Lewat serangan balik, Mbappe berlari membawa bola ke kotak penalti, namun ia dijatuhkan oleh Marcus Rojo sehingga wasit menunjuk titik putih. Griezmann yang jadi algojo dengan mulus dan menipu mampu menjebol gawang Argentina.

Namun Argentina mampu membalas lewat di Maria menit ke-41. Menerima umpan dari Baneha, lalu lewat tembakan kaki kiri pemain Paris Saint Germain melepaskan tembakan dan sukses menghujam gawang Prancis. Babak pertama berakhir dengan kedudulan 1-1.

Memasuki babak kedua, Argentina langsung menekan. Laga baru berlangsung tiga menit sudah mampu mencetak gol berawal dari situasi kemelut di kotak penalti Prancis setelah tendangan bebas membawa Messi menguasai bola dengan baik. Dia menggiring bola sejenak dan menembakkan bola. Arah bola kemudian berbelok usai menerpa Mercado dan masuk ke gawang Prancis dan kedudukan 2-1 untuk Argentina.

Rupanya keunggulan itu tidak dipelihara Argentina. Pada menit ke-64 Prancis mampu menyamakan kedudukan berawal dari bola liar yang diterima Mbappe, lalu pemain PSG menggiring bola melewati bek Argentina yang memang sangat lemah. Tanpa ampun dia melepaskan tembakan keras kaki kiri yang tidak bisa dicegah kiper.

Hanya berselang empat menit Mbappe kembali menjebol gawang Argentina. Kali ini Giroud yang memberikan umpan terobosan di sisi kanan kepada Mbappe. Dan lagi-lagi pemain muda Prancis itu langsung melepaskan tembakan keras tanpa bisa dicegah kiper.

Kedudukan 4-2 sempat membuat Argentina tampak terpukul. Namun pada menit ke-85, Messi dengan gaya magisnya menggiring bola melewati beberapa pemain. Namun, sepakan kerasnya masih mengarah lurus kepada kiper.

Argentina akhirnya mampu berhasil memperkecil kekalahan lewat Aguero yang masuk pada babak kedua. Menerima umpan panjang dari Messi lalu lewat sundulan Aguero .

Sayang waktu tinggal hanya satu menit. Namun pada menit-menit terakhir hampir saja Argentina menyamakan kedudukan melalui Aguero. Akhirnya Argentina kalah 3-4 dan mereka harus angkat koper. Ini jauh berbeda dari raihan mereka pada Piala Dunia 2014 yang sampai masuk final. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru