Saturday, December 14, 2019
Home > Headline > UPS Siluman Ditemukan Paling Banyak di Jakarta Barat

UPS Siluman Ditemukan Paling Banyak di Jakarta Barat

 

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memperingatkan  keras  Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi karena  proyek fiktif  dalam APBD  2015 versi Dewan Perwakilan Rakyat DKI Jakarta, yakni UPS siluman  paling banyak ditemukan di Jakarta Barat.

Dalam APBD versi DPRD tersebut, terdapat pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) atau alat catu daya listrik sementara di semua kecamatan dan kelurahan di Jakarta Barat. Padahal, pengadaan tersebut tak pernah diusulkan oleh satuan kerja perangkat daerah. Camat maupun lurah di Jakarta Barat juga membantah pernah mengusulkan adanya pengadaan UPS siluman tersebut. Sementara pengadaan UPS tak ditemukan di wilayah lain.

 

“Jika terbukti bersalah, saya stafkan Anda. Ini peringatan keras  dan tak ada kesempatan untuk kembali lagi,” kata Ahok saat menyampaikan arahan kepada wali kota, camat, dan lurah, di Balai Kota, Rabu 4 Maret 2015.

Pemimpin wilayah memiliki andil atas keberadaan program tersebut. Sebab, pegawai negeri sipil yang memasukkan data tersebut secara otomatis memperoleh izin dari atasannya. “Kalau kepalanya lurus, bawahannya tidak mungkin tidak lurus,” ujar Ahok.

 Sejak kisruh APBD bergulir, kata Ahok, beberapa orang yang meminta mencari jalan tengah atau kompromi. “Saya tak akan berkompromi sekalipun harus ditukar dengan nyawa,” ujar Ahok.

 

 Adapun pengadaan UPS menjadi salah satu pengadaan yang dicurigai Gubernur Ahok dalam penggelembungan APBD  mencapai Rp 5,8 miliar per unit. Pembelian UPS, menurut Ahok, merupakan hasil pemotongan sejumlah anggaran dari program unggulan Pemerintah Provinsi DKI sebesar 10-15 persen dari APBD 2015. Secara keseluruhan, Ahok menduga adanya dana siluman dalam APBD 2015 dengan total nilai mencapai Rp 12,1 triliun.

 

Dugaan adanya penggelembungan dan dana siluman ini didapatkan dari APBD versi Dewan yang di dalamnya ditemukan ada 48.000 kegiatan baru dengan total dana untuk semua kegiatan sebesar 12 triliun, termasuk di dalamnya pengadaan trilogi buku Ahok senilai 30 miliar. Pihak Dewan pun meminta tim anggaran DKI memasukkan usulan program senilai Rp 12 triliun dalam sistem penganggaran elektronik (e-budgeting). (ais)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru