Saturday, January 25, 2020
Home > Internasional > UNDP: Prioritas Pada Korban Topan Haiyan Filipina

UNDP: Prioritas Pada Korban Topan Haiyan Filipina

MIMBAR RAKYAT (PBB) – Pejabat senior  Program Pembangunan PBB (UNDP), Senin, mengatakan, bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada korban Topan Haiyan di Filipina tetap menjadi prioritas bagi organisasi dan mitra-mitranya.

Asisten Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur UNDP Biro Regional untuk Asia dan Pasifik, Haoliang Xu, membuat pernyataan pada konferensi pers pada awal proses pemulihan pasca-Haiyan. 

Xu, yang mengunjungi beberapa lokasi yang dilanda badai selama perjalanan ke kawasan itu pekan lalu, mencatat bahwa upaya yang telah dilakukan sampai saat ini setelah badai dahsyat termasuk mendistribusikan makanan untuk tiga juta orang, memberikan materi perlindungan bagi 10.000 keluarga dan memvaksinasi 60.000 anak-anak terhadap polio dan campak. 

“Tujuan dari proses pemulihan adalah untuk membantu orang kembali secara normal dengan menempatkan anak-anak kembali ke sekolah, memberikan pria dan wanita pekerjaan, membuka kembali rumah sakit dan memulai kembali penyediaan pelayanan publik,” katanya.

“Ini adalah jalan menuju pemulihan. Ini akan mendorong pembangunan kembali ketahanan masyarakat mampu bertahan terhadap super badai di masa mendatang,” tambahnya.

Xu mengatakan ribuan orang dewasa direkrut untuk proyek-proyek “cash-for-work” yang dioperasikan oleh UNDP sebagai bagian dari tanggap darurat. Menurut dia, skema pekerjaan darurat ini menjembatani transisi antara fase kemanusiaan dan rekonstruksi.

Xu mengatakan sebagian besar proyek “cash-for-work”  fokus pada membersihkan kotoran dan memulihkan mata pencaharian. “Jumlah yang bekerja meningkat dari hari ke hari … Target kami adalah 10.000 orang pada akhir tahun ini,” katanya.

Topan Haiyan, masyarakat lokal menyebutkan Yolanda, melanda Filipina pada 8 November. Sebanyak 5.632 orang dinyatakan telah tewas dalam terjangan topan di Filipina tengah, sementara 1.759 lainnya masih hilang. Lebih dari 14 juta orang yang terkena dampak dan jumlah pengungsi mencapai 3,62 juta orang. (KB)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru