Wednesday, October 23, 2019
Home > Berita > Turki Menuntut Dalang Kudeta Diektradisi

Turki Menuntut Dalang Kudeta Diektradisi

Masyarakat berfotoria di Jembatan Bosphorus, Istanbul, bersama tentara dan persenjataannya, setelah angkatan perang Turki berhasil menggagalkan upaya kudeta.(Al Jazeera/Reuters)

Masyarakat berfotoria di Jembatan Bosphorus, Istanbul, bersama tentara dan persenjataannya, setelah angkatan perang Turki berhasil menggagalkan upaya kudeta.(Al Jazeera/Reuters)

Mimbar-Rakyat.com (Istanbul) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh pengusaha Turki dan ulama Fethullah Gulen yang berada di pengasingan mendalangi kekerasan dalam upaya mencoba kudeta.

Erdogan menuntut mengekstradisi kedua orang tersebut dari tempat pelariannya Amerika Serikat (AS). Namun Gulen, yang tinggal di Pennsylvania, membantah keterlibatannya dan mengutuk upaya kudeta.

Ketegangan antara AS danTurki mencuat setelah pasukan pemerintah melumpuhkan upaya kudeta tersebut Jumat malam. Upaya kudeta dimulai sekitar pukul 19.30 GMT hari Jumat waktu setempat atau Sabtu (16/7) WIB lalu.

Sejumlah tentara yang berupaya melakukan kudeta berusaha menguasai tempat-tempat strategis, termasuk dua jembatan utama di atas Bosphorus di Istanbul. “Tujuan mereka antara lain menguasai Jembatan Bosphorus atau Taksim Square,” kata salah seorang pejabat Turki kepada Al Jazeera.

Sementara Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyatakan Turki harus menghormati proses hukum. Turki, seperti ditudingkan salah seorang pejabat seniornya, menyalahkan AS terkait upaya menggulingkan Erdogan.

Turki telah melakukan pembersihan terkait upaya kudeta. Hingga Minggu (17/7) pemerintah telah menahan 2.839 personil militer, dengan jumlah penangkapan diperkirakan akan meningkat.

Menurut Perdana Menteri Binali Yildirim, badan peradilan Turki telah memberhentikan 2.745 hakim. Seorang pejabat senior Turki mengatakan kepada Al Jazeera bahwa setidaknya dua hakim dari pengadilan konstitusional dan 10 hakim lainnya telah ditahan.

Pejabat senior lain, juga tidak bersedia disebutkan identitasnya, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa seorang tentara berpangkat jenderal juga ditahan atas dugaan keterlibatannya. “General Erdal Ozturk, komandan Angkatan Darat Ketiga, telah ditahan,” katanya. Ozturk diduga salah satu “dalang kudeta”.

“Di Ankara, mereka mencoba menyerbu Istana Presiden, Perdana [kantor Menteri], Organisasi Intelijen Nasional dan Parlemen,” kata sumber lainnya.***Janet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru