Tuesday, December 10, 2019
Home > Berita > Turki dan Rusia Sepakat Dorong Zona Aman di Suriah

Turki dan Rusia Sepakat Dorong Zona Aman di Suriah

Erdogan (kiri) dan Putin sepakat mendorong zona non-tempur di Suriah, namun bersumpah tetapk menjadikan teroris sebagai target. (Foto: Reuters/Al Jazeera)

Erdogan (kiri) dan Putin sepakat mendorong zona non-tempur di Suriah, namun bersumpah tetapk menjadikan teroris sebagai target. (Foto: Reuters/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Sochi) – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sepakat mendorong terciptanya zona aman di Suriah yang dilanda perang. Demikian kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan kedua kepala Negara tersebut.

Pertemuan di kota resor Rusia, Sochi, antara Erdogan dan Putin, Rabu (4/5) waktu setempat, menimbulkan harapan bahwa pemerintah Suriah dan pemberontak akan mengadopsi usulan terakhir “mengurangi” konflik yang telah berjalan selama enam tahun dan menewaskan sekitar 400.000 orang .

“Kami berdua melanjutkan dengan dasar bahwa – dan inilah posisi umum kami – penciptaan zona aman harus mengarah pada pengamanan lebih lanjut dan penghentian permusuhan,” kata Putin, seperti dilaporkan Al Jazeera mengutip sejumlah kantor berita.

Turki dan Rusia sangat terkait dalam perang di Suriah, termasuk masing-masing memiliki pasukan di lapangan – dimana Ankara mendukung berbagai faksi oposisi Suriah dan Moskow mendukung pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Perundingan antara pemerintah Suriah dan oposisi saat ini terus terjadi. Diperkirakan perundingan dilanjutkan Kamis (waktu setempat) di Kazakhstan, setelah sebelumnya pihak pemberontak menghentikan partisipasi mereka dalam perundingan di Astana, ibu kota Kazakhstan, Rabu,  sebagai protes atas serangan udara yang menargetkan wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali mereka di Suriah. Oposisi  menuntut penghentian pemboman oleh pemerintah.

Putin mengatakan, jet pemerintah Rusia dan Suriah akan menghentikan penerbangan di atas zona yang ditentukan jika semua pihak menghormati gencatan senjata.

“Kami tidak akan mengakui kemunculan di perbatasan selatan daerah kantong musuh yang akan membahayakan integritas dan keamanan teritorial kami,” kata Erdogan.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru