Friday, September 21, 2018
Home > Berita > Tuan rumah akhiri AG 2018 dengan perolehan 31 medali emas

Tuan rumah akhiri AG 2018 dengan perolehan 31 medali emas

Medali emas ke-31 Indonesia lahir dari cabang sepak takraw pada Sabtu malam di Palembang, Sumatera Selatan. (tribun)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakabaring, Palembang) –  Luar biasa, tuan rumah Indonesia mengakhiri permainan di Asian Games 2018 dengan menambah satu medali emas dari cabang sepak takraw pada laga Sabtu, sehingga jumlah medali emas menjadi 31 keping.

Asian Games 2018 akan ditutup resmi Minggu dan masih ada satu nomor final dari triathlon yang dilombakan jelang penutupan pesta akbar olahraga Asia itu .

Di permaina sepak takraw, tuan rumah meraih emas terakhir dari nomor quadran putra setelah mengalahkan Jepang 2-1 pada laga final di Ranau Hall Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan.

Kendati sempat kalah 15-21 pada set pertama, Nofrizal dan kawan-kawan berhasil memenangi dua set berikutnya 21-14 dan 21-16 untuk memastikan emas terakhir bagi pasukan Merah Putih.

Sukses emas itu disambut meriah suporter yang memadati arena pertandingan, sementara pemain, pelatih dan ofisial saling berangkulan tak kuasa menahan haru.

Dengan kemenangan ini, secara keseluruhan Indonesia meraih satu emas, satu perak dan dua perunggu dari sepak takraw di Asian Games 2018. Medali emas ini juga sekaligus yang pertama diraih Indonesia sepanjang sepak takraw dimainkan di pesta olahraga terbesar se-Asia.

Thailand masih mendominasi cabang olahraga ini dengan menyabet empat medali emas dari enam nomor yang dipertandingkan, sementara Indonesia dan Malaysia sama-sama mendapat sekeping emas.

“Alhamdulillah, sepak takraw akhirnya bisa menyumbangkan medali emas,” kata pelatih timnas sepak takraw Asry Syam, usai pertandingan.

Menurut ia, kekuatan mental tanding menjadi faktor penentu kemenangan anak asuhnya pada laga final. “Faktor mental itu sangat penting dan Jepang sudah paham kalau faktor ini jadi kelemahan anak-anak,” tambahnya.

Kontingen Indonesia hingga satu hari jelang penutupan mengumpulkan 31 medali emas, 24 perak dan 43 perunggu, dengan menempati peringkat ke-4. Selain emas, duta olahraga Indonesia juga menambah satu medali perak dari kano tunggal putri dan tiga perunggu masing-masing dua melalui bridge nomor pasangan serta satu lainnya dari soft tenis beregu putra.

Sementara manajer tim bridge Indonesia Eka Wahyu Kasih menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan merealisasikan medali emas dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas kegagalan itu.

“Indonesia hanya dapat total empat perunggu dari target dua emas, saya mohon maaf kepada pemerintah, KONI, Inasgoc dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Eka Wahyu, yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia itu.

Tak terkejar
China yang sudah memastikan gelar juara umum ke-10 kalinya secara beruntun sejak Asian Games 1982 masih tetap “haus” emas. Atlet-atlet Negeri Tirai Bambu menambah lagi 13 keping emas dari total 44 keping yang disediakan Sabtu.

Medali emas itu antara lain dari tenis meja, bola voli putri, loncat indah, kano/kayak sprint, bola basket putra dan putri, dan bridge.

Di tenis meja, atlet-atlet berkelas dunia China terlalu tangguh bagi lawan-lawannya dan menyapu bersih lima emas yang disediakan, termasuk dua emas terakhir dari tunggal putra dan putri.

Peloncat indah China juga menambah dua emas di hari terakhir perlombaan untuk melengkapi delapan emas yang sudah direbut atau sapu bersih 10 nomor di cabang loncat indah putra dan putri.

Begitu pula di basket, tim putra dan putri China sangat perkasa untuk menyandingkan medali emas. Tim putrinya mengalahkan Korea Bersama dengan skor 71-65, sedangkan putranya menghentikan ambisi Iran dengan kemenangan 84-72.

Dari cabang bola voli putra yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, juara bertahan Iran tidak memberi ampun kepada Korea Selatan dan membungkam lawannya itu dengan skor telak 3-0 (25-17, 25-22, 25-21). Medali emas sektor putri menjadi milik China.

Laga final seru dan menarik terjadi di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, saat Korea Selatan sebagai pemegang medali emas Asian Games 2014 bertemu Jepang.

Dalam pertandingan yang harus diselesaikan dengan perpanjangan waktu itu, Heung Min Son dan kawan-kawan akhirnya berhasil mempertahankan medali emasnya dengan kemenangan tipis 2-1.

Dua gol dari Lee Seungwoo dan Hwang Hee Chan pada 15 menit pertama perpanjangan waktu, hanya bisa dibalas sebiji gol oleh Jepang lewat Ayase Ueda ketika laga tersisa lima menit.

Medali emas dari cabang olahraga bergengsi sepak bola ini agaknya bisa mengobati kekecewaan Korsel yang pada Asian Games kali ini posisinya digusur Jepang. Empat tahun lalu di rumahnya sendiri, kontingen Korsel finis di peringkat kedua dengan 79 emas, 71 perak dan 84 perunggu, lebih baik dari Jepang di urutan ketiga dengan 47 emas, 76 perak dan 77 perunggu.

Namun, empat tahun kemudian di Indonesia, kontingen Jepang mengambil kembali posisi “runner up”-nya. Hingga Sabtu malam, sebanyak 73 emas, 55 perak dan 74 perunggu direbut atlet-atlet Negeri Sakura, jauh lebih baik dari Korsel yang mendapatkan 48 emas, 57 perak dan 68 perunggu.

Loncatan prestasi dicapai kontingen Uzbekistan yang mampu menembus posisi lima besar dengan 21 emas, 24 perak dan 25 perunggu. Padahal empat tahun lalu, Uzbekistan hanya berada di urutan ke-11 dengan perolehan Sembilan medali emas, 14 perak dan 21 perunggu.

Sumbangan emas terbanyak berasal dari cabang beladiri kurash dengan enam keping dan tinju lima keping. Cabang olahraga yang menyumbangkan emas antara lain gulat, angkat besi, sambo, dayung, judo, taekwondo, dan kano.

Berikut peringkat 20 besar perolehan medali hingga hari ke-14:
1. China        132    91    65
2. Jepang        74    56    74
3. Korea Selatan    49    57    70
4. Indonesia        31    24    43
5. Uzbekistan        21    24    25
6. Iran            20    20    22
7. Chinese Taipei    17    19    31
8. India        15    24    30
9. Kazakhstan        15    17    44
10. Korea Utara        12    12    13
11. Bahrain        12    7    7
12. Thailand        11    16    46
13. Hong Kong        8    18    19
14. Malaysia        7    13    16
15. Qatar        6    4    3
16. Mongolia        5    9    11
17. Vietnam        4    16    18
18. Singapura        4    4    14
19. Filipina        4    2    15
20. Uni Emirat Arab    3    6    5.

(An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru