Tuesday, October 22, 2019
Home > Berita > Trump Serukan AS Bersatu, Kemenangan Mengejutkan!

Trump Serukan AS Bersatu, Kemenangan Mengejutkan!

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (usherald)

MIMBAR-RAKYAT.com (New York) – Beberapa saat setelah diproyeksikan memenangkan Pemilu Amerika Serikat 2016, Donald Trump dari Partai Republik menyampaikan pidato beberapa menit kepada pendukungnya.

Di antara yang disampaikannya-seperti disiarkan langsung oleh Washington Post- adalah seruan agar bangsa Amerika bersatu dan pengakuan menerima ucapan selamat dari lawannya, Hillary Clinton, dari Partai Demokrat.

“Saya baru saja menerima telepon dari (mantan) Menteri (luar negeri Hillary) Clinton…dia menyelamati kita semua…menghormati kemenangan, dan saya menyelamati dan keluarganya atas kampanye yang benar-benar keras…dia bertarung gigih sekali,” kata Trump

Trump –seperti dilansir antaranews- memuji Hillary yang disebutnya petarung sejati yang telah lama berjuang keras untuk membangun AS.. “Kita semua berutang besar untuk menyampaikan terima kasih sangat besar atas baktinya kepada negeri kita,” kata Trump.

“Kini saatnya bagi rakyat Amerika untuk menutup luka akibat perpecahan agar kita bersatu…untuk semua republiken, kaum Demokrat, independen, di seluruh penjuru negeri, saya katakan kini waktunya bagi kita untuk menyatu sebagai satu bangsa yang bersatu,” kata Trump.

Pada pidatonya itu, Trump menyampaikan terima kasih kepada keluarga, ibundanya, kerabat, dan para pendukungnya, serta memuji beberapa politisi pendukungnya, termasuk dua bekas lawannya saat sama-sama masih menjadi bakal calon presiden dari Republik.

Kedua orang itu adalah Gubernur New Jersey Chris Christie dan Ben Carson. Trump juga memuji dan mengajak ke panggung mantan wali kota New York Rudy Guiliani.

“Masa kampanye telah berakhir, mari kita bekerja untuk Amerika,” kata Trump dalam , kemudian ditutup, “Saya bangga menjadi warga Amerika.”

Mengejutkan dunia

Pakar politik internasional Dewi Fortuna Anwar menilai kemenangan kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, mengejutkan dunia, pasalnya hal ini di luar perkiraan dengan mayoritas poling jajak pendapat dan diskusi analis tidak menjagokannya.

“Ini di luar perkiraan banyak pihak, karena Trump yang notabene orang luar politik, dengan komentar yang aneh, sulit dibayangkan bisa memimpin Gedung Putih,” kata salah satu peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu saat dihubungi media di Jakarta, Rabu.

Bahkan, menjelang hari H pemilu AS, banyak proyeksi jajak pendapat yang menunjukkan kemenangan bagi Hillary Clinton. Proyeksi tersebut antara lain dikeluarkan oleh New York Times yang memprediksi kemenangan bagi Hillary sebesar 92 persen, FiveThirtyEight 87 persen, dan PredictWise 90 persen.

Dewi yang saat ini menjabat Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI tersebut, menilai hal ini sudah membuat was-was dan menjadi persoalan yang mengagetkan komunitas global.

Pasalnya, Trump dikenal memiliki komentar kontroversial saat kampanye-nya dengan janji mendeportasi imigran, membangun tembok perbatasan antara AS dan Meksiko, mencegah kaum Muslim masuk wilayah AS dan “meninggalkan sekutu-sekutunya”.

“Kita semua tidak tahu apa dia akan melaksanakan berbagai kebijakan sesuai janji kampanyenya, saya kira semua pihak akan menunggu bagaimana perkembangannya,” kata Dewi seperti dilansir antaranews.  .

Kita semua, lanjut Dewi, tentu berdoa agar Trump mengedepankan rasionalitas dan tidak secara konsisten menjalankan janji kampanyenya dalam memimpin negara adi daya tersebut selama empat tahun mendatang.

“Karena jika dilaksanakan, ini akan memiliki dampak secara global di mana seorang dengan image tidak miliki kepedulian kerja sama internasional, tidak menghargai sekutunya dan melecehkan negara-negara lain menjadi pemimpin strategis yang kuat di dunia,” kata Dewi juga tercatat sebagai anggota Dewan Penasehat PBB mengenai pelucutan senjata itu.

Pengusaha asal New York, Donald Trump, berhasil mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton dalam pemilihan umum presiden Amerika Serikat, Selasa (8/11) waktu setempat, dengan meraih setidaknya 276 suara elektoral.

Meski beberapa negara bagian belum selesai melakukan perhitungan, Clinton dipastikan tidak akan mampu mengejar ketertinggalannya.

Trump berhasil memenangi suara di sejumlah negara bagian dengan kecenderungan mengambang–bukan merupakan wilayah tradisional Partai Republik maupun Partai Demokrat dan selalu menjadi kunci dalam pemenangan kursi presiden–seperti Ohio dan Florida.

Trump bahkan secara mengejutkan juga merebut sejumlah negara bagian yang diperkirakan, oleh jajak pendapat dari Washington Post, akan dimenangi dengan aman oleh Clinton seperti Pennsylvania, Wisconsin, dan Iowa.

Sementara itu dalam pemilu dewan perwakilan, Partai Republik berhasil mempertahankan dominasi dengan merebut setidaknya 224 dari 435 kursi. Perolehan ini sekaligus menyanggah sejumlah prediksi bahwa mereka akan banyak kehilangan suara.  (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru