Wednesday, October 16, 2019
Home > Berita > Trump “Akui” Peran Rusia dalam Peretasan Pemilu AS

Trump “Akui” Peran Rusia dalam Peretasan Pemilu AS

Mimbar-Rakyat.com (Washington) – Presiden terpilih Donald Trump menerima kesimpulan komunitas intelijen AS bahwa Rusia terlibat dalam serangan cyber selama terjadinya pemilihan presiden AS.

Kepala Staf pihak Trump, Reince Priebus, Minggu (8/1) waktu setempat mengatakan, Trump kemungkinan akan mengambil tindakan terkait peretasan itu. Trump menerima Rusia berada di balik penyusupan ke dalam organisasi Partai Demokrat. Namun Priebus tidak menjelaskan apakah presiden terpilih setuju bahwa hacks diarahkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Dia menerima kenyataan bahwa kasus ini adalah entitas di Rusia, sehingga tidak masalah,” kata Priebus kepada Fox News Sunday, seperti dikutip France24.

Keterangan tersebut merupakan pengakuan pertama dari seorang anggota senior tim Republik presiden terpilih, yang menyatakan Trump telah “mengakui” bahwa Rusia melakukan hacking. Sebelumnya Trump menolak tuduhan bahwa Rusia berada di balik hacks atau mencoba untuk membantu dia menang.

Kurang dari dua minggu hingga 20 Januari acara pelantikan, Trump berada di bawah tekanan dari sesama Partai Republik, terkait temuan komunitas intelijen soal peretasan Rusia dan upaya lain oleh Moskow untuk mempengaruhi pemilihan 8 November tahun lalu.

Sebuah laporan intelijen AS pekan lalu mengatakan, Putin telah memanfaaatkan pengaruhnya termasuk serangan cyber untuk merendahkan calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan mendukung Trump.

Laporan, berdasar penugasan Presiden Demokrat Barack Obama, Desember lalu, menyimpulkan penghitungan suara tidak terpengaruh oleh interferensi Rusia. Namun laporan tersebut tidak menilai apakah itu mempengaruhi hasil suara dengan cara lain.

Trump sendiri, setelah menerima masukan dari badan intelijen AS, Jumat lalu, tidak merujuk secara khusus untuk peran Rusia dalam kampanye presiden. Dalam sebuah pernyataan, ia mengakui bahwa; “Rusia, Cina, negara-negara lain, kelompok luar dan orang-orang yang secara konsisten mencoba menerobos infrastruktur cyber lembaga pemerintah AS, bisnis dan organisasi termasuk Komite Nasional Demokrat.

Juru bicara Trump, Sean Spicer, kepada Reuters kesimpulan bahwa terkait presiden terpilih ini tetap sama dan komentar Priebus ‘sejalan dengan pernyataan Jumat.

Dua senator senior Partai Republik sebelumnya mendesak Trump untuk menghukum Rusia sebagai tindak lanjut kesimpulan badan-badan intelijen AS ‘bahwa Putin secara pribadi mempengaruhi pemilu.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru