Thursday, November 21, 2019
Home > Berita > Trump: Ada Kemungkinan Konflik Besar dengan Korea Utara

Trump: Ada Kemungkinan Konflik Besar dengan Korea Utara

Trump menyebut Korea Utara sebagai tantangan global terbesarnya.(Foto:Reuters/Al Jazeera)

Trump menyebut Korea Utara sebagai tantangan global terbesarnya.(Foto:Reuters/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Washington) – Presiden AS Donald Trump mengatakan sebuah konflik besar dengan Korea Utara dimungkinkan terjadi terkait kebuntuan mengenai program nuklir dan misilnya. Namun dia lebih memilih hasil diplomatik menyikapi perselisihan tersebut.

“Ada kemungkinan kita bisa mengalami konflik besar dengan Korea Utara. Tentu,” kata Trump kepada Reuters dalam sebuah wawancara di Oval Office , Kamis waktu setempat atau Jumat (28/4) WIB, seperti dikutip Al Jazeera.

Meskipun demikian, Trump mengatakan bahwa dia ingin menyelesaikan secara damai sebuah krisis yang telah mengacaukan beberapa presiden AS, sebuah jalur yang dia dan pemerintahannya tekankan dengan menyiapkan berbagai sanksi ekonomi baru sementara tidak mengambil opsi militer.

“Kami ingin memecahkan masalah secara diplomatis tapi sangat sulit,” katanya.

Trump mengatakan Korea Utara adalah tantangan global terbesarnya. Dia melimpahi pujian pada Presiden China Xi Jinping atas bantuan China dalam usaha mengendalikan Pyongyang. Kedua pemimpin tersebut bertemu di Florida awal bulan ini.

“Saya percaya dia berusaha keras, dia pasti tidak ingin melihat kekacauan dan kematian Dia tidak ingin melihatnya, dia orang yang baik Dia orang yang sangat baik dan saya mengenalnya dengan baik .

Trump berbicara sehari sebelum Menteri Luar Negeri Rex Tillerson akan menekan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memberikan sanksi lebih lanjut untuk mengisolasi Pyongyang melalui program nuklir dan misilnya.

Tillerson mengatakan pada hari Kamis bahwa China telah mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Korea Utara jika kembali melakukan uji coba nuklir.

“Kami tahu China sedang melakukan komunikasi dengan rezim di Pyongyang,” kata Tillerson di Fox News Channel. “Mereka memastikan kepada kami bahwa mereka telah meminta rezim tersebut tidak lagi melakukan uji coba nuklir.”

Menurut Tillerson, China juga mengatakan kepada AS bahwa mereka telah menginformasikan Korea Utara “bahwa jika mereka melakukan uji coba nuklir lebih lanjut, China akan mengambil tindakan sanksi sendiri”.

Adrian Brown dari Al Jazeera, melaporkan dari Beijing, pujian Trump terhadap Presiden Xi Jinping tampak seperti strategi yang mungkin untuk menyanjung China agar bersikap lebih tegas terhadap Korea Utara, walaupun pilihan China terbatas.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru