Tuesday, December 12, 2017
Home > Berita > Tjahjo Kumolo: Pak Jokowi Tahu Semua ‘Permainan’

Tjahjo Kumolo: Pak Jokowi Tahu Semua ‘Permainan’

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Pengalaman merangkak dari bawah, mulai dari walikota, gubernur sampai jadi presiden, bahkan sempat jadi pengusaha, membuat Joko Widodo (Jokowi) tahu ‘permainan’ apa saja yang membuat negeri ini bergerak tersendat.

“Bukannya saya memuji bos saya, tapi Pak Jokowi pernah jadi walikota. Pernah jadi gubernur sekarang jadi presiden,” kalimat itu diucapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, saat jadi pembicara di acara sarasehan bertajuk, ” Indonesia, Rumah Kita,” yang digelar di Jakarta, kemarin.

Menurut laporan website Kemenndagri http://www.kemendagri.go.id, sejumlah tokoh nasional hadir pada acara itu. Menurut dia, Presiden Jokowi adalah orang yang ditempa praktek langsung di lapangan. “Dia tahu semua permainan-permainan yang ada. Maka 4 hari sebelum rapat koordinasi, tiga hari dia ke daerah memastikan proyek nasional jalan atau tidak,” ujarnya.

Ia contohkan saat Jokowi jadi gubernur di  DKI Jakarta,  di era dia, jalur transportasi di jalan protokoler bisa dibangun. Padahal selama ini, selama 15 tahun, itu mandek. Sebagai orang yang pernah lama berkecimpung di dunia bisnis, Jokowi tahu apa yang harus dikerjakan.

Ada lagi contoh yang layak diteladani, keluarganya tak ikut cawe-cawe. Bahkan, putra-putri Presiden, semuanya mandiri. Tidak mau memanfaatkan pengaruh ayahnya.

“Anaknya lulusan hukum ikut tes CPNS enggak lulus tapi dia enggak mau KKN sama sekali. Ini saya kira kalau seluruh kepala daerah pemahamannya sama, pembangunan daerah berjalan. Bukan hanya gubernur atau bupati tapi ada TNI, kepolisian,” kata Tjahjo.

Tantangan bangsa ini kian kompleks. Tapi,  kata Tjahjo, bangsa ini tidak boleh mundur. Saat ini, salah satu permasalahan yang dihadapi adalah ketimpangan. Belum lagi masalah angka kematian ibu hamil yang  masih tinggi.  Juga angka kematian ibu karna kanker serviks juga masih tinggi. Ditambah  ancaman narkoba, dimana  60 orang perhari meninggal karena barang laknat tersebut. “Ini yang harus kita jawab,” katanya.***(eank)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru