Tuesday, June 02, 2020
Home > Politik > Tim Transisi Mulai Kerja, Fokusnya Kartu Indonesia Pintar dan Indonesia Sehat

Tim Transisi Mulai Kerja, Fokusnya Kartu Indonesia Pintar dan Indonesia Sehat

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta)  – Tim transisi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla , Selasa, 5 Agustus 2014, memulai kegiatanhnya dengan  melaksanakan rapat perdana di kantor transisi yang baru diresmikan kemarin, Jalan Situbondo 10, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Jokowi, ada empat tugas utama tim ini. Pertama, mempersiapkan hal-hal strategis berkaitan dengan pembahasan APBN 2015. Lalu, mempersiapkan konsep kelembagaan pemerintahan di bawah presiden, baik kantor kepresidenan maupun arsitektur kabinet.

Presiden Indonesia terpilih sekaligus Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengatakan, setelah kantor transisi diresmikan, timnya langsung kerja. “Wong kita mau kerja siang-malam,” kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Adapun yang ditunjuk sebagai ketua tim transisi adalah mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Megawati, Rini Mariani Soemarno. Rini dibantu empat deputi, yaitu Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristianto; sekretaris tim pemenangan I, Andi Widjajanto; sekretaris tim pemenangan II, Akbar Faisal Akbar; dan juru bicara Jokowi-JK, Anies Baswedan.

“Sektornya banyak, tetapi Pak Jokowi memberi perhatian pada (Kartu) Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, dan desa. Itu hal-hal yang akan diprioritaskan,” kata Deputi Tim Transisi Anies Baswedan,  di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2014).

Menurut Jokowi, anggota tim transisi akan ditambah sesuai dengan kebutuhan. Nantinya, anggota tim akan dibagi ke dalam beberapa tim kerja. “Akan ada tim kerja untuk energi, petani, nelayan, infrastruktur, APBN, semuanya ada,” alumnus Universitas Gadjah Mada ini menjelaskan.

Namun Jokowi belum mau banyak berkomentar tentang beberapa hal detail yang dibahas tim transisi. “Pokoknya, saya enggak mau ngomong secara detail soal masalah ini. Karena nanti akan banyak intervensi di sana,” ujarnya saat ditanya apakah tim transisi sudah membahas ihwal sektor energi.

Sebelumnya, Jokowi juga enggan menjawab saat ditanya perihal tim headhunter, yang disiapkan untuk memburu orang-orang yang dianggap mumpuni untuk mengisi pos-pos di kementerian mendatang. Jokowi berkelit dengan alasan yang sama: tidak ingin ada intervensi pihak luar ke tim transisi. (Ais)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru