Friday, September 21, 2018
Home > Berita > Tim Sukses Prabowo-Sandi Akan Perbanyak Ahli Ekonomi

Tim Sukses Prabowo-Sandi Akan Perbanyak Ahli Ekonomi

Djoko Santoso, Calon kuat Ketua TKN Prabowo-Sandi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Tim Kemenangan Nasional (TKN) koalisi pendukung pasangan Capres/Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno akan memperbanyak ahli ekonomi, meski secara resmi struktur belum diumumkan.

Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan di rumah Djoko Santoso (Calon Ktua TKN), di Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (8/9) mengatakan, ada tim khusus ekonomi.

“Karena kita ambil sesuai pos-posnya, kayak juru bicara. Juru bicara itu kita bagi tiga, ada bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, polilitik hukum dan nasional. Tapi di bidang ekonomi ini ada tim lagi yang secara khusus menyiapkan untuk ditampilkan termasuk nanti kalau capres daan cawapresnya bicara soal itu,” kata Hinca.

“Jadi sekali lagi anggota tim ekonomi yang kita siapkan lebih banyak, lebih fokus dan selain dari tokoh-tokoh partai juga ada yang profesional di bidangnya yang ahlinya di bidang ekonomi itu,” imbuhnya.

Hinca menegaskan akan menggandeng kalangan ulama untuk mengisi struktur Tim Kemenangan Nasional Prabowo-Sandi. Meski dia masih enggan beberkan nama-nama tokoh agama yang akan dimasukkan.

“Saya kira lengkap nanti akan diumumkan teman-teman tidak etis kalau kami yang umumkan. Okeee, partai-partai mengusungkan, menyerahkan nama-nama nanti capres cawapres yang mengumumkan karena tim nya kan timses untuk capres dan cawapres jadi kita tunggu waktunya,” ungkap dia.

Partai Gerindra, lanjut Hinca, telah merestui Ketua Tim Kemenangan Nasional dipercayakan kepada Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso.

Djoko Santoso menyebutkan, negara Indonesia akan hancur jika pimpinan negara tidak diganti. Menurut dia, ancaman terhadap Indonesia bukan lagi masalah militer atau kontak senjata (perang) melain ada masalah dari non militer. Bahkan dia sebut pada 2030 Indonesia akan hancur jika tidak ada perubahan.

Dia menyebut harus ada sosok pemimpin yang pancasilais, mampu menginspirasi rakyat untuk bersatu, bangkit, bergerak dan berubah. “Kalau gak berubah, punah kita,” kata Djoko di kediamannya.

Menurutnya, Indonesia mengalami globalisasi berbarengan perubahan iklim dunia dan jika tidak bisa menahan kurang dari 2 derajat celcius maka akan mengalami kenaikan air laut mencairnya es gletser dan kehilangan ribuan pulau.

Kemudian, disamping energi bahan fosil tidak terbarukan dunia juga akan mengalami krisis energi krisis air dan pangan yang berdampak pada demokrasi HAM. Lebih lanjut, perdagangan bebas menjadikan sistem liberal kapitalis kalau tidak ditangani akan terjadi kesenjangan sosial antara kaya dan miskin.

“Karena kaya dan miskin berubah maka mengancam dari posisi negara kita menjadi berbahaya adanya konflik laut Cina Selatan. Sebenernya bukan itu aja, nah itu semua mengancam dari negara kita,” ungkap Djoko.

Sebagai kandidat Ketua Tim Kemenangan Nasional pasangan Prabowo-Sandi, Djoko telah memiliki tujuh strategi untuk mempertahankan NKRI atau dia sebut bela negara.

“Pertama membangun pemahaman kesadaran masyarakat berbangsa bernegara itu yang diingankan kita sebagai warga negara memahami tentang hak dan kewajiban kita” ucap Djoko.

Kemudian yang kedua mengkosolidasikan nasional, stakeholder-stakeholder bangsa ini kembali berembug melakukan konsolidasi nasional tidak hanya berebut kekuasaan. Dan ketiga, perlu merevitalitas nasionalism yang dianggap sudah runtuh karena faktor globalisasi.

“Globalisasi itu selalu diam lebirelisasi di depan membuka pintu akhirnya masuk kapitalis. Nah itu kita perlu merevitalisasi nasionalisme kita, karena kalau nasionalisme yang lurus menang dengan kapitalis. Karena peluru kapitalis itu duit,” tambahnya. (i/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru