Tuesday, October 22, 2019
Home > Politik > Tim Prabowo Diminta Buktikan Kecurangan

Tim Prabowo Diminta Buktikan Kecurangan

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Tim hukum pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diminta membuktikan semua tuduhan kecurangan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu.

Adnan Buyung Nasution, selaku  Ketua tim kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum Pusat mengatakan, pihaknya meminta tim hukum Prabowo-Hatta mengungkap kecurangan yang mereka tudingkan dan gugat di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Buktikan. Jangan lupa bahwa ini (proses) hukum, siapa yang menuduh dia yang harus membuktikan. Kami ingin meminta bukti-bukti dari pihak pemohon (perkara),” kata Buyung usai sidang perdana perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (6/8).

Menurut Buyung, jika pihak termohon menuduh proses pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tidak terstruktur, sistematis dan masif, maka harus dibuktikan di mana letak kecurangan tersebut.

“Kami akan membela diri dan mengatakan bahwa dari pihak kami tidak ada pelanggaran tersebut. Tentu kami akan mengajukan saksi-saksi, tetapi lihat saja nanti kami kasih fair play,” katanya.

Menurut dia, permohonan gugatan tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tiga kali mengalami perubahan sehingga pihaknya perlu mempelajari lebih dalam. “Permohonan dia kan tiga kali berubah-ubah, nanti saya lihat terlebih dahulu. Kalau permohonan yang terakhir ini malah masih lisan, belum tertulis.”

Pada awal persidangan gugagtannya di MK, Rabu (6/8), Prabowo Subianto mengatakan tidak dapat menerima hasil rekapitulasi perolehan suara Pilpres yang ditetapkan KPU. Disebutkan, dia memiliki bukti antara lain berupa testimoni dari puluhan ribu orang yang bersaksi bahwa penyelenggara pemilu di tingkat bawah melakukan tindak kecurangan.

“Ada satu ibu yang datang ke tempat pemungutan suara lalu ditanya oleh petugas penyelenggara mau memilih siapa, nomor satu atau nomor dua. Begitu dia katakan nomor satu, tidak diperkenankan (memilih). Ibu-ibu (itu) masih hidup, ada di Bendungan Hilir,” kata Prabowo.

Dalam sidang hari pertama ini hakim MK lebih fokus pada saran agar kubu Prabowo memperbaiki sejumlah materi gugatan yang mereka ajukan yang dianggap tidak tepat. Sidang selanjutnya akan digelar Jumat (8/8) siang pukul 14.00 WIB dengan agenda mendengarkan keterangan dari KPU sebagai pihak termohon. ***Janet

Ilustrasi: Adnan Buyung Nasution (Foto Dokumentasi)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru