Wednesday, October 16, 2019
Home > Berita > Tim Pertamina Arden Naik Podium di Bahrain

Tim Pertamina Arden Naik Podium di Bahrain

Tim Pertamina Arden naik podium di Sirkuit Sakhir, Bahrain, pada laga pertama kompetisi F2, Jumat. (s-g.com/mr)

MIMBAR-RAKYAT.com (Sakhir, Bahrain) – Tim Pertamina Arden mulai membuat kejutan, ketika tampil amat mengesankan dengan langsung meraih podium pada balapan perdana FIA Formula 2 2017 di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Sabtu (15/4) waktu setempat.

Norman Nato asal Prancis sukses meraih podium dua di belakang pebalap Russian Times, Artem Markelov yang jadi juara.

Nato yang mengawali start di posisi tiga sebenarnya tampil cukup cemerlang pada feature race atau balapan pertama itu.

Nato sempat memimpin balapan hingga dua putaran jelang finis, tapi Nato gagal mempertahankan posisinya lantaran kondisi bannya mulai mengalami degradasi. Akibatnya, Nato tidak bisa memaksimalkan kecepatan mobilnya.

Sebaliknya, Markelov yang masuk pit stop beberapa lap setelah Nato, memiliki ban yang kondisinya masih sangat baik. Hasilnya, pebalap asal Rusia itu pun menyodok dari posisi ketiga melewati pebalap Prema Racing Charles Leclerc dan Nato.

“Ya, sangat disayangkan saya harus kehilangan posisi pertama di penghujung balapan. Akan tetapi, podium kedua sudah cukup bagus,” kata Nato yang membuat catatan waktu tercepat satu menit 46,171 detik.

Dengan finis kedua, Nato mendapatkan 18 poin. Sesuai regulasi F2, urutan start balapan kedua atau sprint race akan dirotasi untuk pebalap urutan delapan besar. Pada balapan hari Minggu, Markelov start dari posisi delapan, sedangkan Nato akan start dari posisi ketujuh.

Pebalap Indonesia yang juga membawa bendera tim Pertamina Arden, Sean Gelael menjalani balapan yang cukup bagus. Meski harus berjuang keras sejak awal lomba karena memulai balapan dari pitlane, ia sempat menyodok ke urutan 12 tak lama usai pergantian ban.

Sayang, Sean kurang beruntung karena melanggar batas kecepatan di saat masuk pitstop akibat tidak berfungsinya pit limiter.

Sean pun mesti menjalani hukuman masuk pit yang menyebabkan posisinya kembali turun ke urutan 17.

Ujian Sean belum selesai karena dia juga mendapat hukuman tambahan penalti lima detik akibat melanggar batas kecepatan saat menjalani sanksi masuk pit.

Secara umum penampilan dua pebalap Pertamina Arden cukup impresif. Performa mobil juga cukup kompetitif untuk menyaingi pebalap lain. Sean juga membuat catatan waktu yang cukup bagus, dengan torehan waktu tercepatnya satu menit 46,989 detik. Namun, karena adanya penalty, Sean akhirnya harus puas finis di urutan ke-17 dari total 20 pebalap.

Balapan di sirkuit Sakhir berlangsung dalam cuaca yang cerah dan sengatan matahari yang cukup terik.

Sirkuit ini dikenal sebagai tempat ujian terberat bagi pebalap dalam hal mengelola kondsi ban. Selain karena layoutnya yang memiliki banyak tikungan dan kombinasi trek lurus, temperatur lintasan aspalnya juga cukup tinggi. Balapan pertama ini relatif berlangsung mulus karena tidak ada satu pebalap pun yang terlibat insiden.

Balapan kedua atau sprint race akan digelar pada minggu pukul 14.15 waktu setempat atau pukul 18.15 WIB. Untuk balapan sprint race, pebalap akan melahap jumlah putaran sebanyak 23 lap tanpa pit stop. Jalannya lomba diperkirakan hanya berlangsung 45 menit.

Menurut engineer tim Pertamina Arden, Gaetan Jego, balapan kedua (sprint race) menjadi tantangan tersulit para pebalap karena harus menjaga degradasi ban selama 23 putaran penuh.

“Itu menjadi kunci untuk meraih sukses di Bahrain. Sean dan Nato tidak boleh terlalu agresif di awal agar ban mampu bekerja dengan optimal hingga akhir, ” ujarnya.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru