Sunday, June 07, 2020
Home > Olahraga > Tim Jagonya Ayam Memukau Eropa Oleh A.R. Loebis

Tim Jagonya Ayam Memukau Eropa Oleh A.R. Loebis

Tim Jagonya Ayam diwawancarai (seangp.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Sean Gelael (18) masih belum dihinggapi Dewi Fortuna, tapi tim Jagonya Ayam menunjukkan kepiawaian dengan melakukan “tekanan” hingga pertengahan musim perlombaan Formula Renault 3.5 serta FIA Formula 3 Eropa.

Pada laga akhir minggu lalu sebagai putaran kelima dari sembilan laga tahun ini, Tom Dillmann asal Prancis yang mendampingi Sean Gelael di ajang laga Formula Renault 3.5 menempatkan diri di urutan kelima, sedangkan Antonio Giovinazzi asal Italia tampil sebagai juara pada lomba FIA Formula 3 Eropa.

Antonio – yang pernah mendampingi Sean Gelael selama dua musim di ajang F3 Eropa – dengan meyakinkan menempatkan diri di puncak klasemen sementara pengumpulan nilai, setelah pada race pertama lomba terakhir di Zandvoort, Belanda, naik podium utama (juara) pada race 1 dan lagi-lagi naik podium di tangga kedua pada race 2-3.

Ketika berlaga di Hockenheim, Jerman, awal Mei, Antonio tiga kali naik podium, setelah tampil sebagai juara pada race pertama dan urutan kedua dan ketiga pada dua race berikutnya.

Antonio yang membela panji Jagonya Ayam with Carlin bersama dua rekannya dari Amerika Serikat, Gustavo Menezes dan Ryan Tveter, sudah menyelesaikan tujuh dari 11 putaran lomba musim 2015.

Pada minggu kedua Mei 2015,  Antonio kembali tampil sebagai juara, pada laga yang merupakan perlombaan Grand Prix ke-74 di Pau, Prancis.

“Sirkuit jalan raya Pau memiliki catatan sejarah olahraga aotomotif dalam beberapa dekade ini. Saya bangga menjadi pemenang pada event grand prix ke-74. Juara di sirkuit jalan raya merupakan hal penting dan paling spesial. Ini penting dalam karir saya,” kata Antonio yang akrab disapa Anto oleh teman temannya.

Di Pau pula lah, pada 12 Mei 2014, Sean Gelael mengukir catatan sejarah, ketika meraih poin perdana sekaligus sebagai pebalap Indonesia pertama yang masuk dalam urutan 10 besar kejuaraan FIA Formula 3 Eropa.

Sirkuit itu disebut-sebut sebagai tempat berlomba paling keras bagi para calon pebalap yang berusaha tampil di ajang lomba Formula Satu.

Bagi Antonio, dengan tiga podium yang ditempatinya di Zandvoort, berarti ia sudah 12 kali naik podium dalam 11 putaran dan pebalap kelahiran Martina, Italia, itu kini berada di puncak klasesemen sementara dengan mengumpulkan 288 poin, disusul Charles Leclerg (280,5) dan Felix Rosenqvist (261).

Laga FIA F3 Eropa menyisakan empat putaran lagi, di Spielberg pada 31 Juli – 2 Agustus, Portimao di Portugal (4-6 September), Nurburgring (25-27 September) dan di Hockenheim (16-18 Oktober).

Persaingan ketat masih terjadi hingga akhir laga, karena nilai Antonio dengan Leclerg terpaut tipis. Leclerc, kelahiran Monaco 16 Oktober 1997 dari tim Van Amersfoort Racing adalah juara kedua pada ajang lomba Formula 2.0 Alps 2014 serta Formula Renault 2.0 Eurocup.

Sedangkan Felix kelahiran Vernamo, Swedia, 7 November 1991, yang mendukung tim Prema Power Team dengan jarak 27 poin dari Antonio, merupakan pebalap urutan kedelapan pada ajang lomba sama tahun lalu dan juara pertama pada Kejuaraan F3 GP Macau 2014.

Tim Jagonya Ayam tampil memikat dan melakukan tekanan dalam kejuaraan F3 Eropa dan bila dalam empat laga berikutnya Antonio mampu mempertahankan jarak, maka Jagonya Ayam akan tampil sebagai juara.

Gebrakan Tom

Pada sirkuit laga Formula Renault 3.5,  Tom Dillmann   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru