Wednesday, December 11, 2019
Home > Berita > Tim Inggris Penuhi Harapan, Korsel Belum Beruntung

Tim Inggris Penuhi Harapan, Korsel Belum Beruntung

Harry Kane, sang penentu Tim Inggris. (reuters)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rusia) – Tim Inggris memenuhi harapan pendukungnya. Harry Kane jadi penentu kemenangan Inggris atas Tunisia pada laga pertama babak penyisihan Grup G Piala Dunia Rusia, di Volgograd Arena, Selasa (19/6) dinihari WIB.

Pada laga sebelumnya harapan Asia, Korea Selatan justru belum beruntung, karena kalah 0-1 dari Swedia lewat tendangan penalti.

Kane, pemain Tottenham Hotspur mencetak dua gol pada menit ke 11 dan pada masa injury time babak kedua. Sedangkan gol balasan Tunisia dicetak Sassi menit ke-35 lewat titik penalti.

Hasil ini tentu jadi modal positif bagi Inggris. Kini Three Lions mengemas tiga poin sama dengan Belgia yang sebelumnya melumat Panama 3-0.

Sementara di Grup G, Belgia masih paling atas, di bawahnya Inggris kemudian Tunisia dan Panama. Diprediksi dari grup ini yang bakal lolos Belgia dan Inggris.

Awalnya sepertinya bakal mudah bagi Inggris menekuk Tunisia. Sebab sejak menit awal Harry Kane dan kawan-kawan langsung mengepung pertahanan wakil Afrika itu. Bahkan menit keempat harusnya sudah unggul jika Raheem Sterling mampu menceplos bola umpan Delle Ali.

Selanjutnya pemain-pemain muda Inggris terus menggempung Tunisia yang membuat kiper Mouez Hassen harus melakukan deretan penyelamatan untuk menjaga gawangnya tetap perawan.

Namun akhirnya, gawang Tunisia jebol juga di menit ke-11. Bermula dari sepak pojok, John Stones menanduk bola ke arah gawang, tetapi mampu ditepis oleh Hassen. Pantulannya malah jatuh ke hadapan Kane dan kapten timitu dengan mudah membuka keunggulan Inggris.

Namun Tunisia tidak tinggal diam. Mereka juga melawan Inggris yang dipenuhi bintang sepak bola itu. Akhirnya menit ke-34 mampu membalas kekalahan.

Berawal dari kesalahan yang dilakukan Kyle Walker . Bek Manchester City itu melakukan pelanggaran di kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih. Dengan dingin, Ferjani Sassi menaklukkan Jordan Pickford untuk menyamakan kedudukan.

Di sisa waktu babak pertama pemain-pemain Inggris terus menguasai laga. Harusnya lewat duet Dele Alli–Jesse Lingard Inggris kembali unggul. Namun karena peluang hanya menerpa mistar gawang akhirnya babak pertama ditutup dengan kedudukan 1-1.

Memasuki babak kedua Inggris terus menekan. Namun Sterling dan Alli beberapa kali melakukan kesalahan yang tidak penting. Keduanya gagal mencetak gol karena tidak tenang.

Akhirnya Gareth Southgate menarik keduanya keluar lapangan dan menggantikannya dengan Marcus Rashford dan Ruben Loftus-Cheek masuk lapangan.

Masuknya kedua pemain itu sempat membuat Three Lions kembali mengusai laga. Namun karena masih saja tetap saja gagal mencetak gol kemenangan hingga waktu normal usai.

Rupanya nasib baik masih berpihak pada Inggris. Kieran Trippier yang tampil konsisten lagi-lagi mengirim sepak pojok berbahaya pada masa injury time. Harry Maguire menyambutnya dan mengarahkan bola pada Kane, yang dengan mudah membelokkan bola ke gawang dan menentukan kemenangan atas Tunisia.

Pendukung Inggris pun bersorak menyambut gol penentu yang tercipta tepat pada menit ke-90 + 1 itu.

KOREA SELATAN

Lewat tendangan penalti, Swedia akhirnya menang 1-0 saat melawan Korea Selatan dalam babak penyisihan Grup F Piala Dunia Rusia, di Nizhny Novgorod, Senin (18/6) malam WIB.

Swedia belum pernah memenangi pertandingan pembuka di Piala Dunia sejak 1958, ketika itu mereka menang 3-0 atas Meksiko. Dan tentu kemenangan ini sangat menguntungkan bagi pasukan Janne Andersson

Kini Swedia memiliki tiga poin sama dengan Mesiko yang sebelumnya berhasil menang melawan juara bertahan Jerman.

Hasil ini tentu akan semakin menarik. Jerman harus berjuang keras ketika akan menghadapi Swedia 24 Juni nanti. Jerman wajib menang jika ingin lolos ke babak berikutnya.

Pada laga Swedia melawan Korea Selatan sejak menit awal sebetulnya kedua tim bermain imbang dan terbuka.

Korea Selatan mampu mengimbangin Swedia yang lebih diunggulkan. Bahkan wakil Asia itu meski tidak diunggulkan beberapa kali mengancam pertahanan Swedia.

Namun justru Swedia yang memiliki peluang pada menit ke-22 ketika Pontus Jansson mengirim umpan ke pojok gawang dengan sundulan kepala, namun gagal mengarah kepada Olsen sehingga mampu diselamatkan oleh pemain Korea.

Menit ke-42 Toivonen meminta hadiah penalti setelah dirinya dijatuhkan pemain belakang Koresel di dalam kotak penalti, namun wasit tidak menghiraukannya. Babak pertama berakhir 0-0.

Pada babak kedua Swedia terus menekan Korea Selatan. Akhirnya mereka mampu memecah kebuntuan menit ke ke-65 lewat tendangan penalti Granqvist .

Penalti diberikan untuk Swedia setelah Kim Min-woo menjatuhkan Victor Claesson di kotak terlarang. Awalnya wasit menganggap tidak ada pelanggaran, namun oleh pemain Swedia diprotes. Untuk menentukannya wasit lalu melihat VAR dan akhirnya menunjuk titik putih.

Andreas Granqvist yang jadi algojo sukses menjalankan tugasnya dan berhasil mengecoh kiper Korea. Ini adalah peanlti ketujuh yang diberikan di Piala Dunia 2018.

Korea Selatan berusaha mencari gol penyeimbang namun usaha mereka sia-sia karena penyelesaian akhir yang lemah.

Oleh karena itu jika ingin berbicara dibabak 16, Korsel pada laga berikutinya wajib menang melawan Meksiko yang sebelumnya berhasil mengalahkan Jerman.

Kini di Grup F, Meksiko dan Swedia sama-sama memiliki nilai tiga sedangkan Korsel dan Jerman nilainya masih nol.

BELGIA PERKASA

Setelah mampu menahan imbang tanpa gol pada babak pertama, akhirnya Panama tak kuat membendung gempuran Belgia sehingga kemudian kalah 0-3 dalam laga penyisihan Grup G Piala Dunia Rusia.

Pada laga yang dilehat di Olimpiyskiy Stadion Fisht, Senin (18/6) malam WIB, Romelu Lukaku tampil jadi pahlawan Belgia dengan dua golnya pada menit ke-69 dan menit ke-75. Satu lagi gol Belgia dicetak oleh Martens menit ke-47.

Kemenangan ini tentu jadi modal positif buat Belgia yang memang diunggulkan juara dunia kali ini. Pada grup ini ada juga Inggris dan Tunisia. Tentu Belgia tidak boleh menganggap remeh kedua tim ini pada laga berikutnya.

Sebetulnya pada babak pertama, Panama yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia sempat menjanjikan. Meski mereka terus ditekan, namun masih mampu menjaga gawang mereka tidak kebobolan.

Panama memang kalah segalanya dari Belgia. Kekuatan terbesar mereka justru terletak pada sang pelatih, Hernan Gomez, yang punya pengalaman melatih di Piala Dunia, dengan menukangi Kolombia dan Ekuador pada 1998 dan 2002.

Justru pada babak pertama Belgia tampak kagok. Mereka seolah tidak padu. Eden Hazard yang jadi kapten tim sering sendirian bekerja dari sisi kiri.

Memang pada menit ke-21, De Bruyne sempat memberikan ancaman dengan umpan magisnya. Merebut bola dari penggawa Panama di sepertiga akhir pertahanan lawan, pemain klub Manchester City itu melepaskan umpan silang mendatar yang mengarah kepada Lukaku. Namun Torres berada di tempat tepat untuk membelokkan bola keluar.

Pada menit ke-40 lagi-lagi De Bruyne bekerja sama dengan Mertens mampu membuka ruang bagi Lukaku. Tetapi Lukaku lagi-lagi gagal meraih umpan karena kiper Panama, Penedo mendahuluinya memotong bola. Babak pertama berakhir 0-0. Tentu ini prestasi tersendiri bagi Panama.

Memasuki babak kedua, Belgia kembali menekan Panama. Baru dua menit laga berlangsung akhirnya Belgia yang bertabur bintang ini mampu memecah kebuntuan. Sepakan voli Mertens memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti, mampu menembus gawang Penedo yang telah mati langkah!

Rupanya gol pembuka itu menambah semangat pemain Belgia. Menit ke-69 giliran Lukaku yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan cantik De Bruyne mampu dituntaskan dengan sempurna oleh Lukaku lewat sundulannya. VAR mengkonfirmasi bahwa penyerang klub Manchester United tersebut terlepas dari jebakan offiside saat mengarahkan bola ke gawang.

Unggul 2-0, Belgia terus menekan. Sedangkan Panama yang pemainnya sebagian besar sudah tidak lagi muda mulai kedodoran. Gol ketiga akhirnya tinggal menunggu waktu.

Pada menit ke-75 lagi-lagi Lukaku jadi pencetak gol.Lukaku dengan dingin menuntaskan sodoran Hazard untuk menyamai rekor golnya di Piala Dunia 2014. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru