Thursday, November 14, 2019
Home > Berita > Tiga Petugas Jembatan Timbang Terjerat Pungli Ngaku Setor Rp 450 Juta ke Bos

Tiga Petugas Jembatan Timbang Terjerat Pungli Ngaku Setor Rp 450 Juta ke Bos

Ilustrasi.

MIMBAR RAKYAT.COM (Medan) – Tiga petugas UPPKB Sibolangit, Deliserdang, Sumut terjerat pungli ditangani Polrestabes Medan. Tiga PNS yang ditetapkan sebagai tersangka, Edi, Par dan Has mengaku, bos (pimpinan) mereka mewajibkan  menyetor Rp 15 juta per hari.

“Jadi setiap bulan kami menyetor Rp 450 juta kepada bos, ” kata tersangka kepada Sekretaris Komisi C DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan saat menjenguk mereka di ruang penyidik Polrestabes Medan, kemarin.

Tersangka Edi menjelaskan, praktik pungli di jembatan timbang atas perintah pimpinan. “Pungli yang kami lakukan semuanya atas perintah pimpinan. Jadi, semua petugas yang mengambil uang pungli sepengetahuan pimpinan. Setiap regu wajib menyetor Rp 3 juta dan seluruhnya ada lima regu,” ungkapnya.

Dijelaskan, dalam sehari, masing-masing regu masuk tiga shift, dan diwajibkan setor Rp 3 juta. Bahkan, uang setoran tersebut tidak boleh kurang, jika kurang dianggap utang.

Selain itu, setoran Rp 3 juta yang diberikan kepada pimpinan jembatan timbang tersebut di luar uang perda untuk negara. Sebab, pembayaran uang perda diberikan melalui bank.

“Setoran uang Rp 3 juta yang diberikan masing-masing regu hanya uang cuma-cuma. Bukan termasuk uang perda. Penghasilan kami saja, tidak menentu, setiap malam terkadang dapat Rp 200 ribu. Setelah itu, jaga lagi dapat Rp 300 ribu. Jadi, maksimalnya kami terima uang Rp 1 juta per orang,” ujarnya.

Dia mengaku, kecewa lantaran tidak ada satu pun rekan kerjanya yang menjenguk di Polrestabes Medan. Padahal, dugaan pungli yang mereka lakukan merupakan kesepakatan bersama seluruh petugas jembatan timbang.

“Pimpinan tenang-tenang saja Rp 3 juta wajib, tidak boleh kurang. Apalagi dia (pimpinan) penguasa. Jika kurang uang setoran kami tetap harus bayar, jadi pada kerja selanjutnya harus dibayar kekurangannya,” katanya.

Dia mengaku merasa jadi korban pemberantasan pungli, karena belum ada pemeriksaan terhadap pimpinan jembatan timbang. Padahal, dia terima uang dari sopir karena perintah.

Edi mengaku, tak pernah membayangkan masuk bui gara-gara melaksanakan tugas. Dia juga trauma, karena ditangkap polisi bersenjata lengkap. “Saya seperti mimpi di penjara. Trauma kali rasanya ditangkap sama polisi bersenjata lengkap. Kalau keluar saya tidak mau kerja lagi, pengin pensiun dini aja,” katanya.

Tersangka lainnya, Has menambahkan, seharusnya polisi menangkap seluruh pegawai jembatan timbang. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru