Thursday, January 23, 2020
Home > Berita > Tibo Monabesa Merasa Belum Maksimal

Tibo Monabesa Merasa Belum Maksimal

Tibo Monabesa berfoto bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: mimbar-rakyat.com/DTA)

Tibo Monabesa berfoto bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: mimbar-rakyat.com/DTA)

Ellyas Pical, Nico Thomas, Chris John, dan Thomas Americo. Siapa dia? Hampir dipastikan banyak masyarakat Indonesia tahu tentang sosok ini. Setidaknya pernah mendengar nama mereka. Terlebih para penggemar olahraga. Lalu siapa Tibo Monabesa?  Seperti Elly Pical, Nico, dan Chris John, Tibo juga adalah pemegang gelar juara dunia tinju.

Namun nama Tibo memang belum begitu membahana, bahkan tidak seperti Thomas Americo sekalipun, petinju kelahiran Timor Timur yang bermarkas di Malang (Jatim), meski gagal merebut gelar juara dunia namanya terlanjur melambung berkat kepiawaian promosi mantan petinju amatir andalan Indonesia, Boy Bolang.

Hal itu disadari Tibo Monabesa, petinju profesional yang baru saja merebut juara dunia  kelas terbang junior,  7 Juli 2019 lalu. Penyandang gelar jura dunia versi International Boxing Organization (IBO) dengan mengalahkan petinju Australia Omari Kimweri dengan angka mutlak, di Kupang, NTT itu merasakan sambutan yang dia dapatkan belum maksimal.

Tibo Monabbesa. (Foto: mimbar-rakyat.com)
Tibo Monabesa. (Foto: mimbar-rakyat.com)

“Ya. Entah kenapa,” katanya menjawab pertanyaan seorang rekan, ketika kepadanya ditanyakan kenapa keberhasilannya meraih gelar juara dunia kurang terekspos. Hal itu tidak membuat Tibo putus asa. Dia bertekad akan tampil lebih baik dan lebih keras lagi, hingga dia disejajarkan dengan petinju-pertinju penyandang gelar juara dunia lainnya.

“Karena itu saya berterima kasih diundang ke sini,” katanya lagi saat ditemui dalam acara Anugerah MH Thamrin, acara pemeberiaan penghargaan kepada awak media dan media massa peserta lomba tulis periode 2019, di Balai Agung, Bali Kota DKI Jakarta, Kamis (26/9).

Dalam acara anugerah itu Tibo benar-benar mendapat perhatian dari para pengunjung, ketika panitia Anuugerah MH Thamrin memperkenalkan Tibo. Tibo pun berdiri sambil mengangkat sambuk juara, seolah baru saja meraihnya di atas ring. Nama Tibo beberapa kali disebut dalam acara, terakhir dia dipanggil untuk berfoto bersama Gubernur DKI Jaya Anies Rasyid Baswedan.

Tibo bangga dapat sambutan dalam acara yang digelar PWI DKI Jakarta tersebut dan merasa tidak kecewa dengan kondisi yang ada. “Saya akan terus bertinju selama saya bisa,” kata pertinju yang telah mengukir rekor 23 bertanding, 20 kali menang (8 menang KO), 2 kali draw, dan sekali kalah.

Versi Tinju Dunia

Di dunia tinju, seperti dikuti dari universologi.blogspot.co.id  tercatat 22 badan tinju profesional, seperti WBA (World Boxing Association), WBC (World Boxing Council),  IBF (International Boxing Federation,   WBO (World Boxing Organization), WBF (World Boxing Foundatio), WBF (World Boxing Federation),  WBU (World Boxing Union), WPBF (World Profesional Boxing Federation),  WPBO (World Professional Boxing Organization),  IBO (International Boxing Organization),  IBA  (International Boxing Association),  IBC (International Boxing Council),  IBU (International Boxing Union),  UBA (Universal Boxing Association), UBO  (Universal Boxing Organization),  UBF (Universal Boxing Federation), UBC (Universal Boxing Council), GBC (Global Boxing Council), GBU (Global Boxing Union), GBO (Global Boxing Organization), GBA (Global Boxing Association), GBF (Global Boxing Federation).

Diantara sederet badan tinju dunia tersebut yang paling kerap menggelar pertarungan tinju perebutan gelar juara dunia adalah versi WBA, WBC, dan IBF. Di tiga versi itu terhimpun orang-orang terkenal dan ahli di bidangnya, baik petinju, pelatih, juga para promotornya. Wajar jika kektiga versi badan tinju dunia itu berkibar di seantero dunia.

Wajar pula jika nama Ellyas Pical dan Nico Thomas juga berhasil mendunia. Kedua pertinju asal Ambon dan sama-sama memulai karir tinju melalui jenjang amatir merebut gelar di versi tinju yang dianggap banyak orang bergengsi. Begitu pula dengan Chris John.

Ellyas Pical adalah juara IBF kelas bantam junior, Nico Thomas juara dunia kelas terbang mini versi IBF. Sedang Chris John, pertinju asal Banjarnegara (Jateng) adalah pemegang gelar juara dunia kelas bulu versi WBA di era masing-masing.

Harus Kerja Keras

Melihat apa yang telah dicapai para petinju peraih gelar dunia asal Idonesia, sepertinya jalan bagi Tibo masih panjang. Petinju yang langsung memulai karier di jenjang profesional sejak  2012 di Jakarta masih perlu kerja keras dalam segala hal. Melihat sosok Tibo, si lajang yang masih muda ini, peluang baginya untuk menjuarai versi tinju bergengsi, IBF, WBC, atau WBA terbuka lebar. Apalagi jika terus ditangani pelatih yang pengalaman dan didukung promotor yang piawai.

Tibo  pemilik nama lengkap Tiburtius Monabesa ini masih muda. Lahir di Kefamenanu, Timor Tengah Utara, Kota Nusa Tenggara Timur (NTT)  pada 10 Juni 1990. Sebelum meraih gelar juara dunia versi IBO, dia adalah pemegang gelar kelas terbang nasional.

Tibo, petinju yang diasah oleh pelatih bertangan dingin Armin Tan di sasana yang berada di Cengkareng, Jakarta Barat,  terjun ke tinju sejak tahun 2012. “Saya datang dari kampung langsung ke Tangerang. Di sana saya jadi knek angkot (angkutan kota) dan kemudian meningkat jadi sopir. Eh, suatu waktu saya diajak Pak Armin untuk berlatih tinju dan mengatakan dia akan mejadikan saya jadi juara dunia. Ya langsung saya terima,” kata Tibo.

“Hasinya saya kini menjadi juara dunia. Namun ini bukan jalan terakhir, Masih panjang,” katanya optimistis.

Tibo membutuhkan penanganan serius, juga memerlukan pendukung termasuk promotor piawai, seperti dilakukan mantan juara dunia Chris John yang mempromotori pertarungan kejuaraan dunia yang akhirnya menempatkan Tibo sebagai juara dunia. Terusalah berjuang Tibo.***mimbar-rakyat.com (DT Agus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru