Wednesday, November 20, 2019
Home > Berita > Teror di Paris Membuat Umat Muslim Prancis Putus Asa

Teror di Paris Membuat Umat Muslim Prancis Putus Asa

Jamaah ketika keluar dari Masjid Agung Paris setelah sholat Jumat (21/4). (Foto: Al Jazeera)

Jamaah ketika keluar dari Masjid Agung Paris setelah sholat Jumat (21/4). (Foto: Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Paris) – Serangan di Champs Elysees, Paris, yang dilakukan seorang pria bersenjata Kamis (20/4) atau Jumat (WIB) membuat umat Muslim di Prancis menjadi putus asa.  Padahal, menurut imam di Masjid Agung Paris, Islam tidak bersalah terhadap kejadian itu.

“Beberapa orang berprasangka ingin mengasosiasikan Islam dengan tindakan ini,” kata imam tersebut. “Tapi Islam tidak bersalah atas apa yang terjadi,” katanya lagi dalam khotbah Jumat (21/4), di salah satu tempat ibadah Muslim terbesar di Prancis, Masjid Agung Paris, berkapasitas 5.000 jamaah.

Jamaah di Masjid Agung Paris tersebut umumnya menyesalkan meningkatnya frekuensi serangan kelompok ISIL dan konsekuensinya bagi masyarakat mereka. Menurut laporan Al Jazeera, peristiwa di avenue di Paris yang terkenal ke penjuru dunia karena merupakan pusat perbelajaan, bioskop, kafe dan wisata mewah, telah mencoreng Islam.

Tindakan teror seorang  pria bersenjata yang akhirnya terkapar ditembak mati oleh pasukan keamanan di Champs-Elysees, Paris, karena menembak mati seorang polisi dan melukai beberapa petugas polisi lainnya, membuat umat Islam di Prancis kena dampaknya.

Masjid di Paris dan masjid-masjid yang ada lainnya di Negara itu, Jumat  membacakan sebuah pernyataan pedas yang mengecam pelaku dan memberikan penghormatan kepada petugas polisi yang tewas dan cidera.

Masjid raya di Paris  itu dibangun tahun 1926 oleh pemerintah Prancis sebagai hadiah kepada puluhan ribu tentara Muslim dari koloninya, yang  berjuang untuk negara tersebut dalam Perang Dunia Pertama.

Asma, seorang mahasiswi hukum menilai serangan seorang pria bersenjata terhadap anggota polisi di Paris akan menambah sentimen anti-Muslim di Prancis. (Foto: Al Jazeera)

Slimane Nadour, juru bicara masjid itu, mengungkapkan bahaya serangan ISIL di negara tersebut dan kerusakan yang disebabkannya dalam hubungan masyarakat. “Ini sangat mengerikan, serangan ini terus terjadi,” kata Nadour.

Bagi Nadour, serangan tersebut tidak hanya menjijikkan secara moral tapi juga berusaha menciptakan perpecahan antara Muslim Prancis dan masyarakat luas. “Tujuan para teroris ini adalah untuk memecah belah masyarakat dan menempatkan                Muslim   melawan non-Muslim,” katanya.

“Orang-orang Prancis sadar bahwa orang-orang itu (teroris) tidak mewakili Islam dan ini adalah minoritas kecil Muslim yang melakukan hal-hal seperti ini,” tuturnya.

Kamal, seorang Muslim, menanggapi dengan terus terang dan dengan perasaan sedih saat ditanya bagaimana perasaannya tentang serangan Kamis malam itu. “Orang-orang itu gila … mereka hanya melangkah keluar dari rumah mereka dan jika mereka tidak memiliki senjata mereka akan menggunakan apapun yang bisa mereka temukan untuk menyerang orang lain.”

“Sudah begitu banyak sentimen terhadap umat Islam, jadi ini (peristiwa penembakan) akan memperburuknya,” kata  Asma, salah seorang mahasiswi fakultas hukum.

Asma, berusia 23 tahun, mengatakan bahwa serangan sebelumnya telah menciptakan persepsi bahwa umat Islam merupakan ancaman.  Yang terbaru, katanya, akan menambah perasaan itu. “Ada begitu banyak sentimen terhadap umat Islam, jadi ini akan memperburuknya lebih jauh,” katanya.

Sementara Saleha secara singkat menceritakan keterkejutannya: “Ini adalah bencana, pembunuhan semacam ini bertentangan dengan keyakinan kami … nilai-nilai kami bertentangan dengan apa yang terjadi.”***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru