Friday, December 06, 2019
Home > Berita > Teror Bom di Taman Pandawa, Bandung, Terduga Peledak Ditembak Mati, Sembunyi di Kantor Kelurahan, Todong Pegawai Pakai Pistol

Teror Bom di Taman Pandawa, Bandung, Terduga Peledak Ditembak Mati, Sembunyi di Kantor Kelurahan, Todong Pegawai Pakai Pistol

Suasana pasca peledakan bom panci dan penyergapan terduga pelaku di Cicendo, Kota Bandung. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Bandung) – Pria yang diduga meledakan bom panci di Kota Bandung, tewas setelah diberondong tembakan petugas, saat bersembunyi di Kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo, Senin (27/2).

Terduga peledakan bom panci di Taman Pandawa itu, Yayat Cahyadi, sehari-hari berprofesi sebagai penjual mainan anak. Dia berjualan keliling dan mangkal di setiap sekolah dasar (SD).

“Yayat bersama istri dan anaknya tinggal di Cianjur,“ kata Kapolres Cianjur AKBP Arif Budiman, kepada wartawan, Senin petang.

Yayat setelah meledakkan bom, bersembunyi di lantai dua kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo, Kota Bandung. Setelah diperiksa tim medis, jasad Yayat dievakuasi ke RS Polri Sartika Asih, Bandung.

Peristiwa penembakan terhadap terduga teroris ini sekitar pukul 12:00 setelah Tim Gegana Brimob Polda Janbar merangsek ke gedung kelurahan tempat pria itu bersembunyi. Meski sudah diberi peringatan untuk segera menyerah, namun dia tetap melawan bahkan melakukan tembakan sehingga terjadi baku-tembak.

“Terduga tewas ditembak,“ kata Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo. Jenazahnya sudah dibawa ke RS Pori Sartika Asih.

Dari lokasi kejadian, di lantai dua kantor Kelurahan Arjuna, polisi mengamankan barang bukti berupa sangkur dan pistol.

Peledakan bom panci di Taman Pandawa, Ciroyom, Kota Bandung, pada Senin (27/1) pagi sekitar pukul 09:30. Ketika polisi dan warga mengepung terduga pelaku itu, dia kabur dan bersembunyi di kantor Kelurahan Arjuna.

Pegawai kelurahan yang baru masuk sempat merasa kaget. Karena, pria itu tiba-tiba menodongkan pistol sambil mengancam jangan lapor polisi. “Dia bilang bila melawan, akan meledakkan kantor kelurahan,“ kata Asep, pegawai kelurahan.

Peristiwa ledakan bom panci meninggalkan kenangan buruk bagi empat pegawai Kelurahan Arjuna. Sebab baru beberapa jam masuk kantor, tiba tiba seorang pria masuk sambil mencabut pisau dan menenteng pistol.

“Jangan bergerak dan berteriak,“ hardiknya yang belakangan diketahui bernama Yayat. Pria bertubuh gempal ini masuk kantor dengan wajah menakutkan. Bahkan empat pegawai kelurahan pun tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti perintahnya.

“Kami tunduk atas perintahnya. Kami disekap di kolong meja selama 20 menit,“ kata Kasi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Arjuna, Maesaroh.

Saat Yayat naik ke lantai dua kantor itu, dia dan tiga pegawai lain keluar dari kolong meja kemudian melompat dan kabur. “Kami kabur sambil minta tolong,“ kenangnya.

Setelah kabur, polisi berdatangan kemudian mengepung kantor. Pagi itu serasa mimpi. Dia mengaku berkali kali beristigfar seolah tak percaya atas kejadian tersebut. “Ya Allah baru kali ini ada pelaku bom masuk kantor kelurahan. Serasa mimpi tapi ini nyata,” akunya

Setelah polisi datang, dia dan tiga rekannya baru tenang. Sementara Lurah saat itu tidak masuk kantor karena sedang rapat di Pemda Kota Bandung.

“Kami bersyukur pria itu berhasil dilumpuhkan. Inilah kenangan pahit yang kami alami selama menjadi pegawai kelurahan,“ pungkasnya.

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Chaliyan menjelaskanm, bom panci yang meledak di Taman Pandawa, Cicendo berdaya ledak rendah (low explosive).

Saat bom yang dirakit dari panci almunium sempat meledak dan tidak menelan korban. “Tidak ada korban jiwa,” kata Irjen Anton Chaliyan. “Terduga pelakunya hanya satu orang,“ kata tambahnya.

Teka teki identitas pelaku, terkuak dari fotocopy KTP yang ditemukan di lokasi ledakan bom. Tercatat identitas bernama Yayat Cahyadi sesuai dengan fotocopy KTP.

Pria yang ditembak mati ini, lahir di Purwakarta, 24 Januari 1975. Tercatat warga RT 3/1, Kampung Cukanggenteng, Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Tapi dia tidak tingal di sana, melainkan di Cianjur seperti diakui Kapolres Cianjur.

“Pria yang ada di fotocopy KTP wajahnya sama dengan pria yang lari ke kantor kelurahan setelah ada ledakan di taman,“ kata Nunung, 40, warga.

Dari taman itu, warga melapor ke polisi karena STNK sepeda motor ditemukan lima meter dari lokasi ledakan bom rakitan.

Dalam STNK tercatat nomor polisi kendaraan T 4812 EV atas nama pemilik Damawi, warga Kampung Sukagalih, Teluk Jamabe, Karawang. “Motor berhasil diamankan karena diparkir di Taman Pandawa.

Rumah semi permanen Yayat yang baru dikontraknya dua bulan di Kampung Ciharashas, Desa Sirnagalih, Kabupaten Cianjur, Senin petang digeledah. Rumah tersebut sudah police line.

Penggeledahan rumah dilakukan sebagai pengembangan dari kasus bom panci. Yayat Cahyadi, tinggal bersama istri dan anaknya. Dia berprofesi sebagai pedagang mainan anak-anak dan sasaran bisnisnya sekolah dasar.

Sementara Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengakui, polisi berhasil melumpuhkan pelaku yang meledakkan bom di Taman Pandawa Bandung.

“Kita tahu sekira pukul 09:00 itu terjadi di lapangan tersebut, jadi kita bersyukur tidak ada berdampak‎ terhadap korban dari masyarakat,” kata Boy.

Dijelaskan, ada informasi yang diperoleh dari saksi di lapangan, pelaku melarikan diri ke dalam Gedung Kelurahan Arjuna, akhirnya berhasil dilumpuhkan petugas.

“Kita tahu petugas dari Polrestabes Bandung dibantu dengan unsur-unsur pengamanan dari Polri lainnya bersama dengan Polda Jawa Barat dan Satuan Tugas Densus yang ada di Jawa Barat mengantisipasi peristiwa tersebut dan kemudian melumpuhkan pelakunya,” tambahnya. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru