Thursday, November 21, 2019
Home > Berita > Teror Bom di Sri Lanka Melibatkan Jaringan Internasional, 24 Orang Ditangkap dan 290 Korban Tewas

Teror Bom di Sri Lanka Melibatkan Jaringan Internasional, 24 Orang Ditangkap dan 290 Korban Tewas

Personel keamanan Sri Lanka berjaga di luar gereja St Anthony, Kolombo yang menjadi salah satu sasaran ledakan pada Minggu. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Colombo) – Pemerintah Sri Lanka meyakini kelompok militan National Thowheeth Jama’ath (NTJ) berada di balik serangan bom bunuh diri simultan di tiga gereja dan tiga hotel, yang menewaskan 290 orang, Minggu.

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena akan meminta bantuan penyelidikan kepada para diplomat.

”Intelijen melaporkan, ada kelompok-kelompok teror internasional di belakang teroris lokal,” sebut pernyataan Kantor Kepresidenan Sirisena, Selasa (23/4).

Serangan simultan diduga dilakukan tujuh pengebom bunuh diri. Dua orang di antaranya meledakkan diri di Hotel Shangri-La. Lima orang lain meledakkan diri di tiga gereja dan dua hotel.

Ada pula ledakan di satu hotel lain dan satu rumah di pusat kota Colombo, tetapi belum diketahui bagaimana serangan terjadi.

Empat bom meledak dalam waktu hampir bersamaan, sekitar pukul 08.45. Dua bom lain meledak berselang 20 menit. Adapun ledakan di hotel keempat dan satu rumah terjadi sore hari.

Serangan berlangsung pada jam misa Paskah atau saat gereja ramai. Adapun di hotel-hotel, serangan terjadi pada saat sarapan.

Warga Sri Lanka yang tinggal di sekitar Gereja Santo Antonius, Colombo, berlari untuk menyelamatkan diri setelah polisi menemukan alat peledak di kendaraan yang diparkir pada Senin (22/4/2019).

Bom rakitan itu kemudian meledak, tidak ada korban dalam insiden itu. Sehari sebelumnya, beberapa ledakan bom menyebabkan setidaknya 290 orang meninggal.

”Kami tak melihat, hanya organisasi kecil di negeri ini yang bisa melakukan semua serangan itu,” kata Rajitha Senaratne, juru bicara pemerintah.

Di antara korban tewas terdapat 32 warga asing, termasuk warga Inggris, AS, Australia, Turki, India, China, Denmark, Belanda, dan Portugal. Orang terkaya Denmark, Anders Holch Povlsen, dan istrinya kehilangan tiga dari empat anak mereka.

Sampai kini, 24 orang ditangkap karena diduga terkait serangan itu. Namun, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Keyakinan atas keterlibatan NTJ didasarkan pada laporan intelijen 11 April 2019.

Dalam laporan itu, NTJ diduga akan melancarkan sejumlah serangan ke gereja dan kantor Komisi Tinggi India untuk Sri Lanka. PM Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengakui ada informasi itu.

Laporan tak menyebut waktu pasti penyerangan. Polisi Sri Lanka mendapat informasi serangan itu dari lembaga intelijen asing. NTJ diketahui pernah terlibat perusakan patung Buddha di Distrik Kegalle.

Selepas peledakan bom, Sri Lanka memberlakukan keadaan darurat mulai Senin malam. Jam malam diberlakukan pukul 20.00-04.00. Hal ini ditempuh untuk mendukung polisi dan tentara dalam bertugas.

Kemarin, ditemukan 87 detonator di terminal bus utama Colombo. Minggu malam, tentara menemukan bom di Bandara Colombo.

Selain itu, juga terjadi ledakan bom mobil di dekat salah satu lokasi serangan. Bom dalam mobil itu meledak saat akan dijinakkan aparat keamanan.

Sejumlah pemimpin agama di dunia menyatakan solidaritas mereka terhadap Sri Lanka, saat delapan ledakan bom menghancurkan hotel dan gereja dan menewaskan dua ratusan orang yang tengah melaksanakan kebaktian Paskah.

Dikutip dari laman Euro News, Senin (22/4/2019), Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus pun menyampaikan kepada ribuan orang yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk mendengarkan pesan Minggu Paskahnya.

Ia mengatakan bahwa dirinya sedih mendengar kabar terkait serangan mematikan itu.

“Bahwa hari ini (Minggu), Paskah, membawa duka dan penderitaan bagi gereja-gereja dan (lokasi) lainnya, tempat orang berkumpul di Sri Lanka,”.

“Saya ingin mengungkapkan kedekatan ‘penuh kasih sayang’ saya ini dengan komunitas Kristen, saya merasa terpukul ketika kita semua tengah berkumpul dalam doa, dan kepada semua korban aksi kekerasan itu,”.

“Saya mempercayakan kepada Tuhan, mereka yang telah meninggal secara tragis dan saya berdoa untuk mereka yang terluka dan untuk semua yang menderita sebagai akibat dari peristiwa kejam ini,”.

Sementara itu, Pemimpin Komuni Anglikan, Uskup Agung Canterbury Justin Welby menuliskan cuitannya di Twitter.

“Mereka yang terkena dampak serangan mengerikan dan tercela terhadap gereja dan hotel di Sri Lanka, akan ada dalam doa jutaan orang yang menandai hari Minggu Paskah di seluruh dunia,”.

Sedangkan Ronald S Lauder, Presiden Kongres Yahudi Dunia, yang mewakili lebih dari 100 komunitas Yahydi di seluruh dunia mengatakan bahwa, “Kami Yahudi dunia menegaskan semua orang yang beradab mengecam aksi keji ini dan memohon untuk menerapkan ‘nol toleransi’ kepada mereka yang menggunakan teror untuk mencapai tujuan,”. (AFP/Reuters/BBC/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru