Sunday, August 09, 2020
Home > Berita > Terkena Proyek Tol Kunciran-Serpong, Warga Perumahan Mewah Tak Mau Jual Lahan

Terkena Proyek Tol Kunciran-Serpong, Warga Perumahan Mewah Tak Mau Jual Lahan

Pengembangan jalan tol. (ilustrasi)

MIMBAR-RAKYAT.COM (Tangerang) – Meski tergusur proyek tol, sejumlah warga perumahan mewah Modern Hills dan Grand Residence di Kelurahan Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangsel tak mau pindah.

Mereka masih menolak melepaskan lahannya untuk pembangunan proyek Tol Kunciran-Serpong. Hingga saat, sekitar 50 persen dari 430 bidang tanah warga yang keberatan lahannya dilepas.

Penolakan warga ini terungkap saat tim pengadaan tanah dai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tangsel melakukan sosialisasi, kemarin di Kantor Kelurahan Pondok Cabe.

Saat itu petugas mempersilahkan warga yang menolak lahannya diganti untung untuk mengambil formulir pengajuan keberatan. Seketika warga berebut formulir tersebut.

“Kami sudah betah tingal di sini. Jangan paksa untuk pindah dari tanah nenek buyut kami. Kami minta tim pembebasan lahan merubah maket gambar Tol Kunciran-Serpong, sehingga rumah kami tak tergusur,” kata Heru, warga, kemarin.

Warga mengaku tak tergiur dengan iming-iming bakal mendapat ganti untung besar. “Uang bukam satu-satunya kebahagian. Kami sudah senang dan bahagia tinggal di sini,” timpal warga lain.

Sekretaris Pelaksana Pengadaan Tanah dari BPN, Gholib Syaifudin mengatakan, sosialisasi dilakukan setelah diumumkannya daftar nominatif dan peta bidang tanah di kelurahan tersebut yang bakal tergusur proyek Tol Kunciran-Serpong. “Sosialisasi ini yang kedua terhadap 430 bidang yang belum dibebaskan,” katanya.

Bagi warga yang menolak, diberikan batas waktu 14 hari mengajukan komplain dengan formulir yang telah disiapkan. “Dari banyaknya formulir penolakan yang diambil, terkesan warga belum siap lahannya dibebaskan,” tambahnya.

Lurah Pondok Cabe Udik, Endang Herwan menambahkan, wilayahnya merupakan kelurahan terakhir yang dilakukan pembebasan dengan dua perumahan besar yang bakal tergusur.

“Sebagian besar warga yang menolak digusur itu tinggal di perumahan elite Modern Hills dan Grand Residence,” tuturnya. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru