Sunday, June 07, 2020
Home > Berita > Terkait Korupsi, Mendagri Minta Kepala Daerah Punya Rasa Malu

Terkait Korupsi, Mendagri Minta Kepala Daerah Punya Rasa Malu

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) Tjahjo Kumolo melihat pentingnya membangun budaya organisasi yang anti korupsi dengan menanamkan nilai-nilai malu, revatilisasi pengawasan melekat di birokrasi, hingga sanksi yang lebih tegas.

Maraknya kepala daerah yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadi perhatian oleh Mendagri. Menurut dia, sisi positif dari OTT kepala daerah adalah keberhasilan KPK dalam penegakan hukum. Terkait itu, dia minta kepala daerah punya rasa malu agar tidak terjebak korupsi.

“Kita apresiasi, ini guna mewujudkan pemerintahan yang bersih,” kata Mendagri dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Sabtu (23/9), seperti dilaporkan Puspen Kemendagri melalui http://www.kemendagri.go.id.

Namun, kata Tjahjo, semuanya tentu sangat mengecewakan dan ini menjadi cambuk bagi Kemendagri untuk bekerja keras dalam membenahi sistem yang ada, mulai dari penerapan e-goverment yang didukung transparansi mulai dari e-planning, e-budgetting, e-procurement, e-permit (perizinan).

“Restorasi prilaku kepemimpinan kepala daerah untuk orientasi bagi kepala daerah baru dengan membuat komitmen dalam bentuk pakta integritas. Berbagai teguran dan supervisi hingga sanksi yang lebih tegas, kena OTT langsung diganti Plt,” ujarya

“Inspektorat daerah akan kita terus tata ulang kewenangannya supaya bisa mengamankan sebagai perangkat daerah dan sekaligus perangkat wilayah pusat sesuai saran KPK dan BPKP,” ujarnya.

Kedepan, Tjahjo mengatakan pihaknya tengah membenahi seluruh latihan dan diklat kepemimpinan dengan menambah modul menjadi 50% berisi substansi anti korupsi, khususnya pencegahan sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental.

“Korupsi sangat kompleks dan menjadi tanggung jawab kita semua dalam pencegahan maupun penanggulangan, termasuk sekolah, media, pengusaha, parpol dan diri saya sendiri sebagai Mendagri,” tegasnya.

Tjahjo menyarankan ke depan dalam pemilihan kepala daerah harus memilih calon yang punya integritas dan komitmen anti korupsi yang kuat. Ini menurutnya agar bisa meminamalisir kasus-kasus OTT.

Mendagri berharap OTT Walikota Cilegon adalah yang terakhir. Tjahjo mengajak untuk sama-sama mengawal agar terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih sesuai nawacita ke dua.***(eank)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru