Friday, October 18, 2019
Home > Berita > Terkait Dugaan Ijazah Palsu Cawagub, Massa LSM KPAKKN “Duduki” Kantor Disdik Sumsel

Terkait Dugaan Ijazah Palsu Cawagub, Massa LSM KPAKKN “Duduki” Kantor Disdik Sumsel

Mimbar-Rakyat.com (Palembang) – Ratusan massa yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat (LSM) Kesatuan Aksi Pemantau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KAPAKKN) kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Jum’at (22/6) pagi.

Dalam orasinya, massa ini mendesak pihak Disdik Sumsel mengeluarkan jumlah daftar ijazah yang terpakai dan tidak terpakai di Sekolah Tehnik Mesin (STM) Pertambangan Tahun 1977. Hal itu terkait dengan adanya dugaan ijazah palsu milik MY atau Mawardi Yahya yang maju sebagai calon Wakil Gubernur (cawagub) Sumsel, berpasangan dengan Herman Deru.

Sementara, Koordinator Media Center HDMY (Herman Deru/Mawardi Yahya), Alfrenzi Panggarbesi, saat dikonfirmasi wartawan tentang dugaan ijazah palsu itu, mengatakan, aksi yang dilakukan para pendemo tak lain bertujuan untuk menurunkan reputasi HDMY.”

Tim pemenangan pasangan HDMY, menurut dia, tidak akan terpancing dengan tindakan yang dilakukan lawan politik. ”Biarkan saja mereka mau melakukan apa, yang pasti kami sekarang fokus pada pemenangan HDMY sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Sumsel,” tuturnya.

 

Berdasarkan pantauan dilapangan, kedatangan ratusan massa dengan 7 bus kota  membuat lalu lintas disekitar Jalan Kapten A.Rivai yang menuju kantor Gubernur Sumsel, hingga  Simpang 5 Kampus macet total. Aparat kepolisian sibuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi untuk aksi mengurai kemacetan.

“Kita juga mendesak Disdik Sumsel mengeluarkan daftar peserta ujian STM Pertambangan tahun 1977,” kata Kordinator Aksi (Korak) Aminullah saat dimintai konfirmasi seusai aksi.

Disdik Sumsel diharapkan bersikap jujur, transparan, dan tidak terpengaruh interpensi dari kelompok maupun oknum-oknum tertentu dengan motif politis maupun ekonomi dalam mengusut skandal dugaan ijazah palsu milik Mawardi Yahya.

“Apabila tidak sungguh-sungguh menindaklanjuti aksi ini, maka kami akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak sampai kebenaran terungkap. Kami warga Sumsel berhak mendapatkan pimpinan yang bukan abal-abal,” katanya lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo, yang menerima langsung massa, menyatakan bahwa pihaknya selalu siap mendengar dan mencermati semua hal yang menyangkut pendidikan di Sumsel, termasuk tuntutan massa KAPAKKN.

“Saya hanya memiliki satu dokumen, tapi sudah diambil oleh pihak berwajib. Kalau ada pihak lain yang mengkonfirmasi, silahkan dilihat, saya siap menyerahkan dan akan saya jawab dengan baik,” tutur Widodo.

Soaal dugaan ijazah palsu yang diduga milik Mawardi, dia menyatakan; “Kami terbuka untuk membuktikan, apakah sah atau palsu,” tutupnya.***(kplb/edy t)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru