Sunday, December 09, 2018
Home > Berita > Terkait Deklarasi KSPI-Prabowo, Ketua PAN Zulkifli Hasan: Organisasi Buruh Punya Tujuan Politik

Terkait Deklarasi KSPI-Prabowo, Ketua PAN Zulkifli Hasan: Organisasi Buruh Punya Tujuan Politik

Zulkifli Hasan, (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com – Zulkifli Hasan, Ketua MPR bicara terkait deklarasi dukungan organisasi buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indoneia (KSPI) terhadap Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang dianggap beberapa pihak telah menjadikan buruh sebagai alat politik.

Ketua Unum PAN ini mengatakan, semua organisasi buruh adalah organisasi gerakan politik yang juga memiliki tujuan politik.

“Kok dipolitisir, ya memang buruh gerakan politik,” paparnya di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, Rabu (2/5).

Dia mengatakan, buruh memiliki gerakan yang sama dengan UKM yang mengusung motif ekonomi kerakyatan. “Intinya itu gerakan politik , kayak UKM itu gerakan politik ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Meskipun begitu, pria yang akrab disapa Zulhas ini enggan berkomentar terkait sikap partainya memandang deklarasi dukungan Prabowo tersebut. “Haa, saya nggak tahu saya nngak ngikut deklarasi, tanya ke KSPI-nya,” pungkasnya.

Zulkifli Hasan juga menepis tudingan dirinya melakukan lobi-lobi politik dengan Sandaga Uno saat melakukan lari bersama di Komplek Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Selasa (2/4).

Zulhas menyatakan bahwa apa yang dia lakukan bersama Wakil Gubernur DKI tersebut adalah dalam rangka untuk mengecek venue pertandingan jelang persiapan Asian Games Agustus nanti.

“Kemarin saya itu meninjau venue persiapan Asian Games, saya lihat kolam renang sama stadion lintas atletik,” jelasnya kepada wartawan.

Tak hanya itu, dia membantah memberikan penawaran ke Gerindra melalui Sandi terkait kursi Wakil Presiden pendamping Prabowo di 2019. “Kalau ngomong itu mah saya ke Prabowo aja langsung,” ujarnya.

Zulhas berkelakar bahwa dirinya enggan selalu dikaitkan soal politik jika bertemu dengan tokoh lain, karena menurutnya hal itu dapat berdampak kepada silahturahmi dirinya dengan elite politik lain.

“Pilpres itu biasa, dan jangan pilpres menjauhkan kita, gak boleh ketemu Prabowo lah gak boleh ketemu Gatot lah dan gak boleh ketemu Tuan Guru Bajang lah, jadi sempit dunia ini,” pungkasnya.(joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru