Saturday, July 20, 2019
Home > Berita > Tercemar Insektisida, Jutaan Anak Ayam Dimusnahkan

Tercemar Insektisida, Jutaan Anak Ayam Dimusnahkan

Anak-anak ayam. (Foto: Arab News)

Anak-anak ayam. (Foto: Arab News)

 

Mimbar-Rakyat.com (Brussel) – Supermarket di Jerman, Belanda, Belgia, Swedia, dan Swiss telah menarik jutaan telur dari rak, khawatir telur  tersebut tercemar insektisida atau bahan kimia mengandung racun untuk membunuh serangga.

 

Arab News, mengutip sejumlah kantor berita, melaporkan, jutaan ayam dimusnahkan di Belanda karena khawatir tercemar  insektisida. Begitu juga  Belgia, yang diduga asal telur,  merasa “bersalah” karena masalah pencemaran tidak segera disebarluaskan.

Organisasi pertanian Belanda LTO, Senin lalu menyatakan,  beberapa juta anak ayam  disita dari 150 perusahaan di negara itu. Sebelumnya   300.000 ekor telah mati. Juru bicara LTO mengatakan, ayam-ayam tersebut harus dimusnahkan karena telah terkontaminasi.

Menteri pertanian Belgia mengatakan,  dia telah memerintahkan badan keamanan pangan negara itu menjelaskan mengapa terlambat memberitahukan negara-negara tetangga, hingga 20 Juli lalu, padahal telah mengetahui pencemaran fipronil (jenis pestisida, insektisida) telah terjadi sejak Juni.

Dalam sebuah pernyataannya Denis Ducarme mengatakan, dia akan berbicara melalui telepon dengan rekan-rekannya dalam beberapa hari mendatang. Hal itu terkaitan dengan tekanan dari Jerman dan Belanda, soal keterlmbatan Belgia memberitahukan tercemarnya ayam dan telur asal negara itu.  Ducarme berjanji akan terbuka.

Menurut Ducarme lebih dari 57 produsen telur Belgia (seperempat dari produsen di negara itu) telah diblokir untuk tindakan pencegahan. Pejabat Belgia juga mengakui telah gagal  memberi peringatan pada organisasi pangan internasional Uni Eropa.

Juru bicara Komisi Eropa Anna-Kaisa Itkonen mengatakan, dia tidak bisa mengomentari keterlambatan Belgia “karena itu sudah menjadi penyelidikan kriminal yang berkelanjutan.”

Jerman telah menuntut penjelasan dari Belgia tentang mengapa masalah ini terus ditutup-tutupi.
Fipronil umumnya digunakan dalam produk hewan untuk menyingkirkan kutu. Tapi dilarang digunakan untuk mengobati hewan  untuk konsumsi manusia.

Dalam kuantitas besar, menurut Organisasi Kesehatan Dunia insektisida dianggap “cukup berbahaya”, dan dapat memiliki efek berbahaya pada kelenjar ginjal, hati, dan tiroid. Zat itu diyakini beracun.

Peternakan unggas dan bisnis unggas di Belanda bernama Chickfriend diduga juga mengobati kutu merah, parasit jahat pada ayam dengan zat itu. Media Belanda dan Belgia melaporkan, belum ada konfirmasi apakah bahan yang mengandung insektisida itu dipasok oleh perusahaan Belgia.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru