Saturday, April 04, 2020
Home > Berita > Terbukti Selingkuhi Tetangga, Hakim Pengadilan Agama Dipecat Dengan Hormat

Terbukti Selingkuhi Tetangga, Hakim Pengadilan Agama Dipecat Dengan Hormat

Ilustrasi/ (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Hakim Pengadilan Agama (PA) Labuan, Maluku Utara, Abdur Rahman diputuskan bersalah melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim (KE PPH).

Majelis Kehormatan Hakim (MKH) menjatuhkan sanksi berat, berupa pemberhentian dengan hormat kepada Abdur Rahman.

Ketua MKH Jaja Ahmad Jayus membacakan putusan itu, di Ruang Wirjono Prodjodikoro, lantai 2, Gegung Mahkamah Agung (MA), di Jakarta, Selasa (17/10).

MKH merpakan majelis yang beranggotakan komisioner Komisi Yudisial (KY) dan Hakim Agung dari Mahkamah Agung (MA). Mereka bersidang setelah MA menerima rekomendasi dari KY rerkait dugaan pelanggaran etik oleh hakim.

Abdur Rahman tidak memberikan komentar ketika ditanya majelis menerima atau tidak putusan tersebut. Dia hanya menjawab dengan gerak kepala berupa anggukan.

Dia dinyatakam terbukti tidak patut, berupa selingkuh dengan wanita berinisial SD, yang juga tetangga di rumah dinas, di Labuhan. Padahal, Abdul Rahman sudah beristri yang berprofesi sebagai pegawai pengadilan agama. Akibat kasus ini Abdul Rahman harus bercerai dengan istrinya.

Adanya praktik selingkuh dapat dibuktikan dari foto selfie yang telah diuji keasliannya oleh ITB Bandung.

Ketua Majelis MKH Jaya Ahmad Jayus menyebutkan, kasus perselingkuhan Abdul Rahman tercatat sebaga hakim ke-16 yang terjerat kasus yang sama, dihitung sejak Komisi Yudisial berdiri, 2009.

“Jumlah kasus pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim sejak 2009 sebanyak 47 kasus. Dimana 23 kasus di antaranya gratifikasi, pelanggaran disiplin lima kasus, tiga kasus narkoba dan pemalsuan dokumem seorang hakim, ” ungkap Jaja.

SEBELUMNYA
Sebelumnya, Majelis Kehormatan Hakim (MKH) memutuskan mantan Ketua Pengadilan Agama (KPA) Padang Panjang, Elvia Darwati melangar kode etik hakim, karena kepergok sekamar dengan pria bukan suaminya di Hotel Dahlia, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (9/10/2016) lalu.

“Menjatuhkan hukuman disiplin berat terhadap terlapor berupa, pemberhentian dengan hormat,” kata Hakim Agung Amran Suadi saat membacakan putusan MKH, di Gedung MA, Selasa (13/12/2016).

Pada saat pembacaan putusan terlapor sempat pingsan. Wanita berusia 49 tahun yang mengenakan kerudung putih dan baju serta rok hitam tak kuasa mendengar putusan.

Pada persidangan, Amran Suadi (ketua majelis) didampngi anggota Sunarto dan Maria Anna Semiyati (unsur Mahkamah Agung-MA) dan Sukma Violetta, Jaja Ahmad Agus, Joko Sasmito dan Maradaman Hrp (unsur Komisi Yudisial-KY). Mahkamah ini dibentuk atas perminataan KY dan karena itu dibentuk berintikan dua unsur.

Dalam pertimbangannya, MKH menyatakan Elvia telah terbukti berselingkuh, seperti diatur dalam Keputusan Bersama Ketua MA dan Ketua KY Nomor 047/KMA/SKB/IV/2009 02/SKB/P.KY/IV/2009 tentang Kode Etik dan Perilaku Hakim juncto Pasal 9 ayat 4 huruf.

Majelis juga menilai terlapor juga melanggar Pasal 11 ayat 3 huruf a peraturan Bersama Ketua MA dan Ketua KY Nomor 02/PB/MA/IX/2012 02/PB/P.KY/09/2012 tentang tentang Panduan Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

Namun, karena terlapor tidak pernah dikenakan sanksi dalam menjalani karir selama 15 tahun, maka terlapot hanya diberhentikan dengan hormat. Disamping itu, terlapor juga memiliki empat orang anak yang masih dalam tangunggan.

Kasus berawal razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Bukittinggi, sekitar 20 kilometer di utara Padang Panjang, Sumbar, Minggu (9/10). Pada salah satu hotel berkelas melati, petugas menemukan ED bersama dengan seorang pria yang bukan suami sahnya.

Terhadap pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) daerah setempat, pelaku tersebut telah dikenakan denda sebesar Rp 2 juta.(joh)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru