Tuesday, August 04, 2020
Home > Berita > Temuan Corona di Klaster Secapa AD Diawali Ketidaksengajaan

Temuan Corona di Klaster Secapa AD Diawali Ketidaksengajaan

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (ketiga kiri) didampingi istri Diah Erwiany (kedua kiri) tiba untuk mengikuti pelepasan jenazah dari Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso.

MIMBAR-RAKYAT.Com (Bandung) – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menjelaskan ihwal kasus penularan virus corona (Covid-19) yang terjadi di lingkungan Kompleks Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) di Kota Bandung, Jawa Barat.

Andika mengatakan, mulanya ada dua prajurit siswa yang berobat di Rumah Sakit Dustira Cimahi. Kedua prajurit itu mengaku mengalami gejala sakit bisul disertai demam. Sedangkan, satu prajurit lainnya masalah tulang belakang.

“Tepatnya dua minggu lalu, saya mendapat laporan dari Komandan Secapa AD. Diawali ketidaksengajaan dua siswa berobat ke RS Dustira,” ucap Andika di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) III/Siliwangi, Sabtu (11/7).

Keduanya, lanjut Andika, lantas menjalani pemeriksaan tim medis di RS Dustira dengan metode swab sebagai prosedur otoritas layananan kesehatan. Ternyata, hasil kedua siswa itu positif terjangkit corona.

Tim medis lalu melapor kepada Markas Besar TNI AD di Jakarta. Pimpinan di Jakarta kemudian mengirim 1.400 alat rapid tes. Menurut Andika, jumlah alat rapid tes sebanyak itu untuk memeriksa 1.198 prajurit siswa dan 200-an pelatih serta staf.

“Awalnya ada 187 orang yang hasil rapid test-nya reaktif sehingga dicurigai terinfeksi Covid-19. Dari situ saya kirim VTM (alat tes PCR) ke Kakesdam kemudian dilakukan swab dari situ kemudian jumlahnya bertambah terus hingga 1.280 orang,” ujar Andika.

Andika merinci sebanyak 991 prajurit siswa terjangkit virus corona, sedangkan sisanya 289 orang merupakan staf anggota Secapa dan keluarganya. Sebagian besar dari mereka yang positif itu melakukan karantina mandiri, dan hanya 17 orang yang dirawat di rumah sakit.

Dari 17, satu negatif dan 16 masih positif tapi semua tidak merasakan gejala apapun juga. Satu negatif masih di sana karena masalah TBC paru-paru,” tutur Andika.

Andika kemudian mengunjungi Secapa TNI AD siang tadi. Dalam kesempatan itu, dia menanyakan secara acak siswa yang positif dengan penerapan protokol kesehatan.

“Di Secapa, saya tanya satu per satu ambil tiga orang tidak ada pengkondisian. Saya tanya apa yang dirasakan dan mereka bilang yang dirasakan sama sekali tidak ada (gejala),” ucap Andika.

KSAD juga menjelaskan bahwa sejak Selasa (7/7) sudah dilakukan swab tahap kedua. Dari tes swab kedua, hasilnya ada 14 yang dinyatakan negatif. Sedangkan, 296 masih menunggu hasil lab.

“Sekarang, siswa maupun staf Secapa yang tadinya 1.280 itu sudah berkurang (karena hasil negatif Covid-19). Dari siswa kurang 17 dari staf kurang 12,” ucapnya.

Andika menambahkan, siswa dan staf yang sudah negatif kini berada di tempat terpisah di Secapa AS.

Sebelumnya, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan kompleks Secapa TNI AD yang berada di kawasan Hegarmanah, Bandung, kini telah dilakukan karantina wilayah. Institusi pendidikan negara itu menjadi klaster penularan baru terkait Covid-19 di wilayah Jabar.

“Penambahan yang cukup banyak untuk Provinsi Jawa Barat didapatkan dari klaster yang sudah selesai kita lakukan penyelidikan epidemiologi sejak 29 Juni, yaitu klaster di Secapa TNI AD. Total, di sini [positif] 1.262 orang,” kata Yurianto dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta. (C/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru