Saturday, October 21, 2017
Home > Berita > Tausiah Ketua MUI Menyambut Hari Kemerdekaan: Kesenjangan Masih Ancaman Serius

Tausiah Ketua MUI Menyambut Hari Kemerdekaan: Kesenjangan Masih Ancaman Serius

Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan tausiah menyambut Hari Kemerdekaan ke-72 Republi Indonesia. Isi tausiah di antaranya, mengapresiasi keberhasilan pembangunan dalam bidang tertentu yang harus dipelihara, dipertahankan serta ditingkatkan, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan politik.

Tausiah disampaikan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (16/8).

Namun, kata Ma’ruf, kesenjangan rasio antara orang kaya dengan miskin masih menjadi ancaman serius yang dapat menimbulkan konflik sosial. Untuk itu, MUI mengajak semua pihak agar bersama-sama agar peduli dalam mengatasi kesenjangan tersebut dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan baik secara lahir maupun batin.

“Dalam usia 72 tahun Indonesia telah merdeka masih menghadapi keprihatinan, terutama dalam bidang dekadensi moral bagi anak bangsa seperti darurat narkoba, kekerasan pada anak maupun dalam menyelenggara Negara seperti maraknya korupsi,” tambah Ma’ruf yang disampaikan ke media.

Untuk itu, lanjut Ma’ruf, MUI mengajak seluruh komponen bangsa agar dapat meningkatkan kebersamaan dalam meningkatkan kesadaran bersama guna membangunan karakter bangsa yang menjunjung tinggi nilai etika dan moral bangsa baik melalui penyelenggara Negara maupun dunia pendidikan baik dilembaga pendidikan maupun rumahtangga dan masyarakat.

Ma’ruf menegaskan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, baik agama suku, ras, maupun budaya dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. MUI berpandangan bahwa seluruh umat beragama sebagai sesama warga bangsa terikat dengan komitmen keumatan dan kebangsaan sehingga harus hidup berdampingan dengan prinsip kesepakatan untuk menjaga kerukunan, toleransi dan keharmonisan hidup berdampingan secara damai.

Selain itu, MUI juga mengajak rakyat Indonesia, terutama penyelenggara Negara dengan tujuan dibentunya NKRI adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Tujuan yang luhur tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu kami mendesak kepada pemerintah agar lebih sungguh-sungguh bekerja dan berpihak kepada rakyat kecil sehingga kesenjangan dan ketidakadilan baik dalam bidang ekonomi maupun dalam penegakan hukum dapat segera diatasi,” terang Ma’ruf.(joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru