Sunday, March 29, 2020
Home > Berita > Tanam Padi 3 Kali Setahun, Dikhawatirkan Stok Pupuk Menipis

Tanam Padi 3 Kali Setahun, Dikhawatirkan Stok Pupuk Menipis

Petani tengah menyemprot hama di sawah. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.COM (Indramayu) – Senjak suplai air irigasi dari Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang memasuki persawahan di Kabupaten Indramayu, petani yang semula menanam padi sekali atau dua kali setahun, kini diimbau 3 kali setahun, sehingga dampaknya selain produksi padi meningkat juga kebutuhan pupuk meningkat.

Bagi sebagian petani, meningkatnya kebutuhan pupuk itu dikhawatirkan bakal terjadi kelangkaan pupuk. “Kami khawatir bakal terjadi kelangkaan pupuk terutama jenis urea. Masalahnya karena banyak petani yang tertarik menanam padi 3 kali setahun. Petani khawatir stok pupuk menipis dan harga naik tajam,” kata Dulhalil, 49, petani Indramayu, Jabar, kemarin.

Kenaikan harga pupuk itu jelas berdampak mengurangi pendapatan bagi para petani. Untuk itu, petani berharap kepada pemilik kios Sarana Produksi Pertanian (Saprotan) agar menyiapkan stok pupuk, khususnya jenis urea. “Jangan sampai stok urea itu habis, kemudian petani kelabakan mencarinya,” kata Mail, 48 petani lain.

Menanggapi kekhawatiran petani di Indramayu, Manajer Humas PT Pupuk Kujang Ade Cahya Kurniawan mengemukakan, Pupuk Kujang Cikampek sudah menyiapkan stok pupuk untuk petani di Jawa Barat sebanyak 194 ribu ton. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk selama Nusim Tanam (MT) Rendeng yang dimulai bulan Oktober 2016.

“Kita juga melakukan upaya untuk menjamin ketersediaan pupuk yaitu pertama, penambahan gudang-gudang dan petugas di lapangan. Sebelumnya satu petugas menghandel dua kabupaten. Tapi saat ini satu kabupaten ada dua petugas yang bertanggung jawab menjamin ketersediaan pupuk di lapangan,” katanya.

Dikemukakan, untuk lebih intens ketersediaan pupuk, Kujang melakukan rapat mingguan rutin dengan dinas terkait seperti Dinas Pertanian, kepolisian dan lainnya untuk memantau kebutuhan pupuk setiap wilayah. Pupuk Kujang mengharapkan dengan upaya itu bisa menjamin ketersediaan stok pupuk di lapangan.

Ade menambahkan, kebutuhan pupuk di Kabupaten Indramayu 71 ribu ton. Sampai dengan bulan Oktober, pupuk Kujang sudah menyalurkan 51 ribu ton. Jadi sisa tinggal 20 ribu ton untuk di bulan November dan Desember tahun 2016.

Stok pupuk di Gudang Lini III kurang lebih 10 ribu ton. Kebutuhan pupuk untuk petani masih aman di bulan November dan Desember. Belum lagi kiriman dari Cikampek. Petani jangan sampai panik. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru