Friday, November 22, 2019
Home > Berita > Takut Terjebak Macet di Tol, Calhaj Bekasi Diberangkatkan ke Asrama Haji Lebih Awal

Takut Terjebak Macet di Tol, Calhaj Bekasi Diberangkatkan ke Asrama Haji Lebih Awal

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.(Bekasi) – Takut terjebak macet di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Bekasi diberangkatkan ke asrama haji dua jam sebelum jadwal masuk, Selasa (17/7).

“Ini untuk menghindari macet di jalan tol akibat proyek pekerjaan,” kata Mahmud, koordinator pemberangkatan Calhaj asal Kabupaten Bekasi.

Kerumunan pengantar sudah terlihat selepas subuh. Mereka mengantar sanak saudara dari berbagai pelosok desa di Kabupaten Bekasi.

“Ada seremonial dahulu di Pemkab dan dilepas Bupati Bekasi,” kata Sobirin, Kepala Kemenag Kabupaten Bekasi.

Dia menuturkan Calhaj asal Kabupaten Bekasi tergabung dalam Kloter 3 yang akan masuk ke asrama haji embarkasi Jakarta-Bekasi pukul 11:15 WIB dan rencananya akan dilepas Bupati Bekasipukul 09:00, estimasi perjalanan dua jam dari Pemkab Bekasi ke asrama haji yang jaraknya hanya 25 Km.

Dodi Suprayadi, Ketua Kloter 3 saat dihubungi mengaku estimasi perjalanan itu karena ada beberapa lajur di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang ditutup untuk pemasanagan balok besi penopang jalan tol Jakarta-Cikampek elevated, “Kemungkikan macet, meski ada pengawalan dari petugas kepolisian,” katanya.

Kloter 3 ini membawa 404 calon jamaah dan 6 petugas haji terdiri dari Ketua Kloter, pembimbing ibadah haji, dokter dan petugas medis. Kloter 3 akan berangkat ke Bandara Soekarno Hatta pada pukul 22:55 dan terbang menggunakan pesawat Saudi Arabia SV 5227 pada pukul 05:15.

Suasana haru mewarnai keberangkatan Calon jamaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Bekasi, di Gedung Wibawa Mukti, Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Selasa pagi. Peluk tangis Calhaj dengan sanak keluarganya membuat suasana di halaman gedung riuh.

Kemacetan pun mengular hingga ke akses pintu gerbang tol CikarangPusat. Parkir mobil pengantar terlihat di seputaran pemkab, membuat para pegawai yang hendak upacara setiap tanggal 17 terlambat, “Nggak bisa masuk mobil jemputannya,” ujar Garnis, satu pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru