Saturday, May 25, 2019
Home > Berita > Tak Diterima di SMAN 4 Tamsel, Siswi Depresi Dirawat di UGD RSUD

Tak Diterima di SMAN 4 Tamsel, Siswi Depresi Dirawat di UGD RSUD

Siswi depresi ditunggui sang ibu di RSUD. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Bekasi) – Memprihatinlan. Sorang siswi yang tidak diterima di SMAN 4 Tambun Selatan (Tamsel), Kabupaten Bekasi mengalami depresi dan harus dirawat di ruang UGD  RSUD.

Siswi lulusan SMPN 5 Tambun Selatan itu mengalami depresi sejak dua minggu terakhir, sehabis pengumuman PPDB Online Jawa Barat.

DWS, 17 , yang tinggal di Griya Asri, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, harus tergolek di ruang perawatan rumah sakit.

Menurut Medi, ibu sang siswi, anaknya mengalami depresi akibat tidak masuk ke SMAN 4 Tambun Selatan yang mendaftar melalui PPDB Online yang dikelola Provinsi Jawa Barat. Makanya mendaftar melalui jalur umum, dirinya tidak bisa mendaftar melalui Jalur Zona Lingkungan (MoU).

“Padahal sekolah tidak jauh dari rumah, hanya 15 meter, di belakang sekolah itu sudah rumah kita. Sekarang anak saya tidak mau makan dan tak tidur-tidur,” ucap Medi di RSUD Cibitung, Kabupaten Bekasi, kepada wartawan, Sabtu (29/) petang.

Medi harus membawa anaknya ke RSUD Cibitung untuk mendapatkan perawatan dari dokter, baik psikiater dan psikologi agar anak tidak mengalami masalah yang tidak diinginkan. Selain itu, kondisi DWS juga semakin hari melemah dan berdiri saja harus ditopang.

“Selama ini tidak begitu, orangnya ceria dan tidak begini. Anak saya sekarang jadi seperti bayi, mandi nggak tau, pake baju juga nggak bisa,” tururnya sembari menangis.

Disampaikan Medi, anaknya DWS sangat bertekad untuk masuk di SMAN 4 Tambun Selatan lantaran kakaknya juga lulusan dari sekolah tersebut dan beberapa rekan teman-temannya juga masuk ke SMAN 4 Tambun Selatan.

Saking kecewa terhadap sekolah tersebut, ujar Medi, sempat ada keinginan untuk menutup gerbang sekolah tersebut yang berada diujung gang dekat rumahnya. Pasalnya, setiap jam pulang sekolah, DWS selalu menangis dan terkadang berhalusinasi.

“Saya pengen banget nutup sekolah itu. Karena gara-gara sekolah itu, anak saya jadi begini (depresi). Apalagi ditambah temen anak saya yang NEM-nya di bawah anak saya lebih kecil bisa masuk,” pungkasnya.

Sudah tiga hari DWS tidak mau makan. Dan di rumah sakit masuk perawatan UGD untuk mendapatkan perawatan sementara. Namun sayang hari itu dia tak menemui dokter spikiater. Jadi mendapatkan obat penenang sementara dan kembali lagi esok Senin menemui dokter spikiater. (joh)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru