Wednesday, July 17, 2019
Home > Berita > Suriah Berkobar: Tewaskan 35 Pihak Bersenjata, Termasuk 26 Tentara Pro-Rezim

Suriah Berkobar: Tewaskan 35 Pihak Bersenjata, Termasuk 26 Tentara Pro-Rezim

Bangunan yang rusak dan hancur di kota Ihsim, di wilayah Idlib Suriah, pada hari Jumat. (Foto:AFP/Arab News)

Bangunan yang rusak dan hancur di kota Ihsim, di wilayah Idlib Suriah, pada hari Jumat. (Foto:AFP/Arab News)

mimbar-rakyat.com (Idlib) –   Sedikitnya 10 warga sipil dan 35 kombatan atau pihak bersenjata, termasuk sebagian besar pasukan pro-rezim tewas pada Sabtu (15/6), dalam bentrokan dan serangan udara yang meletus saat fajar di Suriah barat laut.

Mengutip seorang pengamat perang, Arab News melaporkan,  gejolak itu terjadi ketika pasukan rezim yang didukung Rusia berusaha merebut kembali dua desa yang direbut oleh pasukan oposisi dan pejuang sekutu awal bulan ini.

Pihak Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang bermarkas di Inggris menyatakan; “Sejak pagi ini, rezim Suriah dan pejuang sekutu telah meluncurkan lima upaya gagal untuk mendapatkan kembali kendali Jibine dan Tal Maleh di provinsi Hama barat laut,” seperti diungkapkan  kepala Observatory Rami Abdel Rahman.

Serangan udara rezim Suriah menewaskan 9 pejuang oposisi, kata pihak monitor perang. Juga menimbulkan bentrokan di utara provinsi Hama yang menewaskan 26 pasukan (tentara) pro-rezim, termasuk delapan yang tewas dalam ledakan tambang, kata Observatory.

Di wilayah tetangga Idlib, menurut pihak monitor perang, serangan udara rezim menewaskan 10 warga sipil, termasuk tiga anak, kata Observatory. Serangan itu menghantam kota Maaret Al-Numan dan Al-Bara serta desa Al-Ftira.

Wilayah Idlib yang berpenduduk sekitar 3 juta orang seharusnya dilindungi dari serangan rezim besar-besaran dengan kesepakatan zona penyangga yang ditandatangani Rusia dan Turki pada bulan September. Tetapi itu tidak pernah sepenuhnya dilaksanakan, karena oposisi menolak untuk mundur dari zona demiliterisasi yang direncanakan.

Pada bulan Januari, aliansi Hayat Tahrir Al-Sham yang dipimpin mantan afiliasi Al-Qaeda Suriah memperluas kontrol administratifnya atas wilayah tersebut, yang mencakup sebagian besar provinsi Idlib serta irisan berdekatan provinsi Latakia, Hama dan Aleppo.

Menurut Observatory,  rezim Suriah dan Rusia telah meningkatkan pemboman mereka di wilayah itu sejak akhir April, menewaskan hampir 400 warga sipil.

Pihak Turki mengatakan pada hari Jumat, mereka tidak bisa menerima “alasan” Rusia bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan pemboman berkelanjutan rezim Suriah di benteng oposisi terakhir Idlib.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 370.000 orang dan jutaan orang terlantar sejak perang terjadi tahun 2011 dengan penindasan protes anti-rezim.

Rusia meluncurkan intervensi militer untuk mendukung rezim pada 2015, membantu pasukannya merebut kembali sebagian besar negara dari pejuang oposisi dan militan.***sumber Arab News, Google.(dta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru