Wednesday, August 12, 2020
Home > Berita > Sudah hampir 60 ribu pengungsi dari wilayah erupsi Gunung Agung

Sudah hampir 60 ribu pengungsi dari wilayah erupsi Gunung Agung

Sebagian pengungsi terdampak erupsi Gunung Agung Bali. (detiknews)

MIMBAR-RAKYAT.com (Klungkung, Bali) – Hingga Senin siang, sudah sebanyak 59.820 jiwa warga yang tinggal di sekitar wilayah terdampak erupsi Gunung Agung di Provinsi Bali, mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang tersebar di daerah itu.

“Hingga saat ini hampir 60 ribu jiwa yang mengungsi, tepatnya 59.820 jiwa,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat, Senin siang.

Ia menjelaskan, warga yang mengungsi tersebar disejumlah titik antara lain di Kabupaten Klungkung jumlah pengungsi sebanyak 14.808 jiwa yang tersebar di 114 titik pengungsian dengan titik pengungsian terbesar di GOR Sueca Pura Gel Gel sebanyak 3.789 jiwa.

Di Kabupaten Karangasem jumlah pengungsi sebanyak 30.012 jiwa yang tersebar di enam kecamatan. Di Kabupaten Bangli, warga yang mengungsi mencapai 7.047 jiwa yang tersebar di 23 titik pengungsian.

Selain itu, sebanyak 6.486 jiwa warga Kabupaten Buleleng mengungsi ke 11 titik pengungsian yang tersebar di daerah itu serta Kota Denpasar tercatat pengungsi sebanyak 1.467 jiwa di 15 titik.

“Dari Kabupaten Tabanan dan Badung sedang dalam pendataan,” katanya seperti dilansir antaranews.

Ia menyebutkan upaya yang dilakukan Kementerian Sosial dalam penanganan siaga darurat erupsi Gunung Agung antara lain, melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemprov Bali serta dinsos setempat.

Selain itu, Kemensos mengerahkan personel baik Taruna Siaga Bencana dan pilar sosial lainnya serta pengerahan peralatan evakuasi, mobilitas dan sarana pendukung lainnya.

Sementara itu Dinsos Karangasem telah mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 62 ton untuk kebutuhan pengungsi di Karangasem, Dinsos Provinsi Bali menyiagakan dan mendistribusikan beras reguler sebanyak 50 ton untuk distribusi Kabupaten Bangli, Buleleng dan Klungkung masing-masing 10 ton.

Kemensos juga mendirikan dapur umum lapangan di 10 titik yaitu di Posko Candi Kuning Bedugul Tabanan, Posko Dinas Sosial Bangli, Posko Dinsos Kota Denpasar, Posko Klungkung 2, Posko Klungkung 3, Posko GOR Sueca Pura Gelgel, Posko Bandem Karangasem, Posko Ulakan, Posko Utama Karangasem dan Posko Tembok Buleleng.

Mataram siap

Dari Mataram diberitakan, Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyatakan siap menampung pengungsi dari Provinsi Bali apabila terjadi letusan Gunung Agung.

“Kami siap menyambut saudara-saudara kita dari Bali yang akan mengungsi akibat letusan Gunung Agung,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Senin.

Pernyataan itu dikemukakannya menyikapi kemungkinan adanya pengungsi dari Pulau Bali ke Kota Mataram, mengingat kondisi Gunung Agung, Karangasem, saat ini berstatus level IV awas.

Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pengungsi akibat letusan Gunung Agung tersebut, ia mengingatkan kepada semua masyarakat agar bisa menyambut para pengungsi seperti halnya tamu kehormatan.

Dengan menciptakan rasa aman, nyaman dan tenteram serta memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan mereka, sehingga para pengungsi akan terus mengingat Kota Mataram dan akhirnya akan datang kembali ke Mataram setelah kondisi mereka membaik.

“Kami imbau agar masyarakat jangan sampai mempertontonkan kondisi daerah yang tidak bersahabat dengan para pengungsi,” katanya.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru