Sunday, August 19, 2018
Home > Berita > Stephen Hawking sudah tiada tetapi 10 ungkapan hebatnya tetap ada

Stephen Hawking sudah tiada tetapi 10 ungkapan hebatnya tetap ada

Stephen Hawking yang kondang itu sudah tiada. (wartakota)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Stephen Hawking  yang berusaha menjelaskan masalah kehidupan paling rumit sedangkan ia sendiri berada di bawah bayang-bayang kematian prematur dengan kecacatan fisiknya, akhirnya meninggal dunia pada usia 76 tahun.

Otak cemerlang Hawking yang meninggalkan dunia ini Rabu lalu, telah menguakkan kesangatterbasan manusia dalam memahami baik maha luasnya semesta atau ruang maupun dunia submolekul yang ganjil dalam teori kuantum yang dia sebut dapat memprediksi apa yang terjadi pada awal dan akhir masa.

Buah karyanya merentang dari asal usul alam semesta, dengan menjejak prospek perjalanan waktu, sampai misteri lubang hitam yang memangsa ruang.

Namun kedahsyatan otaknya berbanding terbalik dengan tubuhnya yang lemah yang digerogoti oleh penyakit sel saraf motor yang dia derita pada usia 21 tahun.

Hawking pun harus menjalani sebagian besar hidupnya di kursi roda.  Saat kondisi tubuhnya semakin buruk, dia sampai harus berbicara melalui penyintesis suara dan berkomunikasi dengan cara menggerak-gerakkan alis mata.

Penyakit itu memaksa dia untuk berkarya lebih keras namun hal itu justru menjadi faktor ambruknya dua pernikahan yang dilewatinya, tulis dia dalam memoar terbitan 2013 berjudul “My Brief History.”

Dalam buku itu dia mengungkapkan perasaannya saat pertama kali didiagnosis menderita penyakit sel saraf.  “Saya merasa tidak adil, mengapa hal itu harus terjadi pada saya,” tulis dia seperti dilansir antaranews.

“Saat itu, saya mengira hidup saya telah berakhir dan bahwa saya tidak akan pernah mewujudkan potensi yang saya rasakan yang saya miliki. Tetapi sekarang, 50 tahun kemudian, saya boleh dibilang sangat puas pada kehidupan saya.”

Hawking mulai terkenal ke seantero jagat setelah mempublikasikan buku “A Brief History of Time” pada 1988. Ini adalah salah satu dari buku-buku yang paling rumit yang justru menarik banyak orang dan bertahan sebagai buku paling laris pilihan Sunday Times sampai selama 237 pekan atau hampir lima tahun.

Berikut ini 10 kutipan termasyhur yang dikemukakan Hawking seperti dilansir the guardian.

“Berjuta-juta tahun, umat manusia hidup layaknya hewan. Kemudian terjadi sesuatu yang mengubah yang berkaitan dengan kekuatan dari imajinasi kita. Kita belajar berbicara dan kita belajar mendengar. Berbicara memungkinkan kita untuk mengomunikasikan berbagai gagasan, memampukan umat manusia untuk bekerja bersama dan membangun segala sesuatunya agar terwujud. Capaian-capaian termasyhur manusia bermula dan berawal dari komunikasi bicara antara kita, dan kegagalan terbesar kita justru juga dari hal ini. Harapan terbesar kita justru terwujud di masa depan….”

“Tujuan kami simpel. Hal ini berkaitan pemahaman yang komplet berkaitan dengan alam semesta. Mengapa alam semesta itu ada, dan mengapa seluruh alam semesta itu ada.”

“Saya memandang bahwa otak manusia sebagai komputer yang mampu menghentikan kerja kita ketika banyak komponen ternyata menemui kegagalan. Tidak ada surga atau hidup sesudah kematian karena banyak komputer yang mengalami kehancuran.  Ini kisah yang klasik bagi kekawatiran umat manusia akan adanya kegelapan.”

“Saya percaya (akan) penjelasan yang sangat sederhana, bahwa tidak ada Tuhan. Tidak ada yang menciptakan alam semesta dan tidak ada yang mengarahkan nasib kita. Ini mendorong saya untuk mempercayai bahwa kemungkinan tidak ada surga dan tidak ada hidup sesudah kematian. Kita harus menghargai karya alam semesta, dan saya sungguh takjub.”

“Ingatlah untuk selalu memandang bintang-bintang di langit dan tidak melihat ke bawah. Cobalah untuk memahami apa yang anda lihat dan saksikan serta mengagumi segala apa yang ada di alam semesta ini. Tumbuhkanlah rasa ingin tahu, meskipun hidup tidak selalu mudah juga. Segala sesuatu yang anda kerjakan maka anda kelak menuai sukses. Ini pentingnya anda tidak cepat menyerah begitu saja.”

“Hidup ini menjadi tragis jika tidak ada hal yang jenaka.”

“Segala harapanku tergerus menjadi zero ketika saya berusia 21 tahun. Segala sesuatunya kelak menjadi bonus semata.”

“Orang yang semata-semata terpicu dan tergerak oleh IQ sejatinya mereka adalah pecundang.”

“Saya melakoni hidup dengan berbagai masa depan manakala awal kematian pada usia 49 tahun. Saya tidak khawatir akan kematian, tetapi saya tidak ingin segera mati.”

“Kita hanyalah benih dari (species) kera yang mengalami perkembangan, yang menghuni planet kecil ini. Akan tetapi kita mampu memahami alam semesta, yang membuat kita menjadi makhluk yang istimewa.”  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru