Thursday, September 19, 2019
Home > Berita > Status Gunung Merapi Dinaikkan, Wilayah Radius 3 km Dikosongkan

Status Gunung Merapi Dinaikkan, Wilayah Radius 3 km Dikosongkan

Status Gunung Merapi Yogyakarta dinaikkan menjadi waspada atau level II dan wilayah raidus 3 km dikosongkan. (Foto: BMKG)

Status Gunung Merapi Yogyakarta dinaikkan menjadi waspada atau level II dan wilayah raidus 3 km dikosongkan. (Foto: BMKG)

Mimbar-Rakyat.com (Yogyakarta) – Status Gunung Merapi dekat Yogyakarta dinaikkan menjadi waspada atau level II dan wilayah raidus 3 km dikosongkan. Keputusan itu didasari atas meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang ditandai dengan beruntunnya letusan freatik dan diikuti kegempaan.

Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) lewat Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, lewat siaran persnya menyatakan, hujan abu vulkanik jatuh di sekitar Gunung Merapi seperti wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta, meliputi Kecamatan Cangkringan (Desa Glagaharjo, Desa Kepuharjo, Desa Umbulharjo), Kecamatan Pakem (Desa Purwobinangun, Desa Hargobinangun, Desa Kaliurang), dan Kecamatan Ngemplak (Desa Widomartani). Sedang di wilayah Kabupaten Klaten hujan abu vulkanik jatuh di Kecamatan Kemalang (Desa Balerante dan Desa Panggang).

Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang ditandai dengan beruntunnya letusan freatik dan diikuti kegempaan tersebut, membuat BPPTKG PVMBG  menaikkan status Gunung Merapi dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II) yang berlaku sejak  Senin (21/5/2018) pukul 23.00 WIB.

Dengan naiknya status Waspada maka penduduk yang berada di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi harus dikosongkan. Tidak boleh ada aktivitas msyarakat di dalam radius 3 km. Kegiatan pendakian untuk sementara dilarang kecuali untuk kegiatan penyelidikan dan penelitian terkait mitigasi bencana.

Telah terjadi 4 kali letusan freatik disertai suara gemuruh sejak Senin (21/5/2018) hingga Selasa (22 Mei 2018) pukul 03.30 WIB. Letusan freatik terjadi  21 Nei 2018 pukul 01.25 WIB durasi 19 menit  ketinggian kolom letusan 700 meter, pukul 09.38 WIB durasi 6 menit ketinggian kolom letusan 1.200 meter, pukul 17.50 WIB durasi 3 menit ketinggian kolom letusan tidak teramati, dan pada tanggal 22 Mei 2018 pukul 01.47 WIB durasi 3 menit ketinggian kolom letusan 3.500 meter.

Sejak Senin malam sebagian masyarakat telah mengungs mandiri ke tempat yang lebih aman. Sekitar 298 jiwa warga dari Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman mengungsi mandiri  ke Balai Desa Glagaharjo.

Sebanyak 362 jiwa warga Dukuh Takeran dan Dukuh Stabelan di Desa Tlogolele Kabupaten Boyolali mengungsi mandiri di tempat pengungsian Desa Tologolele. Jumlah pengungsi mandiri terus bertambah. BPBD telah mendistribusikan bantuan dan masih melakukan pendataan.

BNPB terus berkoordinasi dengan PVMBG dan BPBD, baik di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengantisipasi letusan dan kenaikan status Waspada.

Pendataan jumlah penduduk yang berada di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB 3) telah dilakukan. BPBD Kabupaten Boyolali, Magelang, Klaten dan Sleman akan melaporkan kepada Bupati dan melakukan rapat koordinasi dengan SKPD dan unsur terkait di wilayah masing-masing. BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Provinsi DI Yogyakarta terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan BPBD di wilayahnya.

Masyarakat dihimbau tetap tenang. Tidak terpancing oleh isu-isu mengenai letusan Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta mengikuti arahan Pemda setempat. ***(edy t)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru