Friday, December 06, 2019
Home > Berita > “Standing Together“ FIM Bantu IMI Tingkatkan Kualitas Pengawas Perlombaan dan Tenaga Medis

“Standing Together“ FIM Bantu IMI Tingkatkan Kualitas Pengawas Perlombaan dan Tenaga Medis

FIM Motocross Commission Director, Tony Skillington, turun langsung sebagai instruktur seminar Motocross Commission Clerk of the Course / Sporting Steward (CMS) (ist)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang menggandeng Federation of International Motorcycling (FIM) sukses menggelar seminar Motocross Commission Clerk of the Course / Sporting Steward (CMS) dan International Medical Commision Chief Medical Officer (CMI) yang diadakan di Hotel Aston Priority, TB Simatupang, Jakarta, 28 – 29 Januari 2017.

Seminar selama dua hari itu diikuti 30 peserta dari beberapa daerah di Tanah Air seperti Jakarta, Bandung, hingga Kalimantan Tengah.

Tidak hanya program seminar, para peserta juga mengikuti ujian tertulis yang hasilnya berguna untuk menentukan jenis lisensi apa saja yang berhak diterima oleh peserta tersebut.

Pengurus IMI DKI Biro Roda Dua, Rulianto Katam, yang menjadi salah satu peserta mengatakan, “Seminar yang diadakan FIM harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, karena sifatnya jarang. FIM mengadakan seminar ini berdasarkan kebutuhan yang diperlukan oleh IMI, mengingat Indonesia akan menjadi tuan rumah MXGP. Tentu saja kita butuh steward, juri, serta perwakilan dari IMI yang memiliki lisensi langsung dari FIM untuk menjadi  tim  official  perlombaan MXGP. Maka dari itu, seminar dan ujian dari FIM ini sangatlah diperlukan.”

Tony Skillington selaku FIM Motocross Commission Director turun langsung sebagai pembicara seminar Motocross Commission Clerk of the Course / Sporting Steward (CMS).

Dr. David McManus selaku FIM International Medical Commission Director duduk mendekat dengan para peserta agar seminar menjadi lebih hangat.   (ist)
Dr. David McManus selaku FIM International Medical Commission Director duduk mendekat dengan para peserta agar seminar menjadi lebih hangat. (ist)

Ia banyak membagi cerita, pengalaman, serta ilmunya terkait program kerja FIM yang perlu diaplikasikan dalam perlombaan di Indonesia, secara khusus pada saat pergelaran kejuaraan dunia MXGP yang akan diselenggarakan di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka pada 4 dan 5 Maret 2017.

Beberapa hal yang menjadi pokok bahasan Skillington adalah bagaimana menyusun struktur organisasi komisi olahraga  motocross menjadi ideal.

Lebih lanjut lagi, ia juga menegaskan mengenai hak dan kewajiban yang dimiliki oleh seorang pengawas perlombaan.

Dalam seminar International Medical Commission / Chief Medical Officer (CMI), Dr. David McManus selaku FIM International Medical Commission Director merupakan sosok yang menjadi pembicara dalam membagi pengetahuannya.

Salah satu ynag disampaikan oleh McManus yaitu mengenai langkah-langkah yang tepat dan akurat sebagai tim medis yang berada di lapangan pada saat perlombaan berlangsung.

McManus mengutarakan, layanan medis dalam suatu perlombaan harus terdiri dari peralatan, kendaraan, serta tim medis dalam jumlah yang cukup dan terorganisir dengan baik.

Suasana seminar International Medical Commision Chief Medical Officer (CMI) yang diadakan di Hotel Aston Priority, TB Simatupang, Jakarta pada 28 - 29 Januari 2017.  (ist)
Suasana seminar International Medical Commision Chief Medical Officer (CMI) yang diadakan di Hotel Aston Priority, TB Simatupang, Jakarta pada 28 – 29 Januari 2017. (ist)

Tim medis ini perlu memastikan bahwa pebalap yang mengalami   kecelakaan dapat diberikan penanganan darurat yang tepat dan    akurat.

Satu hal penting lain yang disampaikan McManus adalah,   ketika seorang pebalap mengalami cidera cukup parah sehingga mengharuskan dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans atau helikopter, hal tersebut tidak boleh mengganggu jalannya perlombaan.

Dengan kata lain, pihak penyelenggara harus memiliki peralatan serta tim medis tambahan yang diperlukan untuk membuat perlombaan dapat terus berjalan. Selain itu McManus juga menerangkan mengenai pentingnya pemeriksaan anti doping yang harus dilakukan dalam suatu event kejuaraan dunia.

Sekretaris Jenderal IMI Pusat, Jeffrey JP, yang turut hadir dalam seminar menuturkan, “Nantinya, hasil seminar dan ujian ini akan diteliti lebih lanjut sekaligus dinilai untuk mengetahui dan memastikan siapa saja yang berhak mewakili IMI untuk menjadi steward atau pengawas perlombaan MXGP.”

Usai seminar ini, IMI masih akan melanjutkan program seminar yang merupakan bagian dari program FIM Academy ini pada 18 dan 19 Februari 2017.

Pada seminar mendatang akan dilakukan pembahasan mengenai International Technical Steward (CTI) dan International Environmental Steward (CIE).

Selanjutnya pada 22 dan 23 April, giliran IMI bekerjasama dengan FIA untuk menggelar seminar seputar sistematis perlombaan roda empat.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru