Friday, June 05, 2020
Home > Berita > Staf presiden Johan Budi bantah ada hubungan antara Istana dan Asia Sentinel

Staf presiden Johan Budi bantah ada hubungan antara Istana dan Asia Sentinel

Staf khusus presiden bidang komuniksi Johan Budi. (tribun)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Staf Khusus Bidang Komunikasi Presiden, Johan Budi, membantah istana memiliki hubungan dengan Asia Sentinel terkait laporan konspirasi pencurian uang negara sebesar 12 miliar dolar AS.

“Saya kira enggak ada hubungan sama sekali, di mana letak kesimpulan mem-backing itu di mana?  Kan harus ada data atau korelasi yang valid kemudian bisa disimpulkan ada hubungan dengan Istana,” kata Johan Budi menjawab pertanyaan wartawan di kompleks Istana kepresidenan Jakarta, Selasa.

Ia berharap semua pihak tidak langsung menghubungkan laporan Asia Sentinel yang menyinggung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut dengan pihak Istana.

“Saya pikir enggak ada persoalan Istana dengan Pak SBY. Hubungannya baik-baik saja,” kata Johan Budi.

Terkait tersebarnya foto Kepala Staf  Presiden Moeldoko dengan Pemred Asia Sentinel, Johan Budi mengaku tidak mengetahui pertemuan dalam foto tersebut.

“Mungkin pas ramai-ramai ada pertemuan. Yang ketemu banyak Pemred jangan kemudian di-‘simplified’, disimpulkan ke situ. Jauh sekali. Itu namanya, istilahnya ‘jumping conclusion’. Saya kira dengan begini anda paham betul ya,” katanya.

Johan Budi menegaskan, seperti dilansir antaranews,  bahwa tidak ada kepentingan apapun antara Istana dengan SBY dan hubungan Presiden RI keenam dengan Presiden Joko Widodo dalam keadaan baik-baik saja.

“Tidak ada hal yang dipertentangkan antara Pak SBY dengan Pak Jokowi. Kalau anda men-simplified lagi Istana itu Pak Presiden, sekali lagi jangan semua dikaitkan,” katanya.

Sebelumnya, dalam laporannya laman berita Asia Sentinel menyebutkan adanya konspirasi pencurian uang negara sebesar12 miliar dolar AS yang melibatkan 30 pejabat negara dan mencucinya melalui perbankan internasional.

Laporan berjudul “Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy” yang ditulis John Berthelsen itu menyebutkan bahwa ada keterkaitan Ketua Umum Demokrat SBY dengan kasus Bank Century.

Reaksi SBY

Susilo Bambang Yoedhono pun bereaksi atas tuduhan dalam berita asing itu.

“Minggu ini saya dan Partai Demokrat kembali mendapatkan fitnah besar. Ada pihak asing yang mengarang cerita yang tidak mengandung kebenaran. Korbannya, lagi-lagi SBY dan Partai Demokrat,” ungkap SBY dalam pidato politik peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Demokrat di Ballroom Djakarta Theater, Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (17/9).

SBY memahami fitnah yang menimpanya berujung kemarahan kader Demokrat, karena pemberitaan itu dinilai berusaha mengacaukan dan ikut campur dalam urusan bangsa Indonesia.  Ia kemudian mengajak seluruh kader Partai Demokrat untuk tidak ikut menyebarkan fitnah dan hoaks.

“Saya menyeru kepada para kader untuk tidak main hakim sendiri, termasuk kepada media massa dalam negeri yang ikut menyebarluaskan fitnah ini. Ingat, negara kita adalah negara hukum, bukan negara kekerasan,” kata SBY.

SBY berjanji akan menggunakan hak hukumnya agar kasus ini dapat terselesaikan.

Bahkan, ia juga tidak segan untuk mengejar siapa pun yang ingin menghancurkan nama baik Partai Demokrat, baik di dalam maupun di luar negeri.

“Akan kita kejar sampai ke ujung dunia mana pun, yang merusak dan menghancurkan nama baik kita. Ini juga berlaku bagi pihak-pihak di dalam negeri yang ikut-ikutan memfitnah dan merusak kehormatan kita,” katanya.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru