Thursday, November 21, 2019
Home > Berita > Jokowi Nonton Persib VS Sriwijaya FC

Jokowi Nonton Persib VS Sriwijaya FC

Ilustrasi - Final Piala Presiden antara Persib Bandung v Sriwijaya FC (agent108)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Stadion Gelora Bung Karno akan semakin meriah Minggu malam, pasalnya Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana dijadwalkan menyaksikan final turnamen sepak bola Piala Presiden di stadion itu.

Presiden Jokowi akan menyaksikan duel antara Persib Bandung melawan Sriwijaya FC yang akan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB.

Final antara dua kesebelasan yang memiliki pendukung fanatik itu merupakan partai puncak dari turnamen yang berlangsung sejak Agustus lalu.

Pelaksanaan final itu sendiri menyedot perhatian banyak pihak dan membuat aparat keamanan berada dalam kesiagaan penuh untuk mengantisipasi kericuhan maupun gangguan keamanan lainnya.

Dari Bandung diberitakan, Persib Bandung akan berkaca dari kelengahan Arema Cronous dalam menghadapi Sriwijaya FC pada partai final turnamen itu.

“Saat berlaga di semifinal, Arema terlalu percaya diri sehingga menjadi kelengahan mereka saat berhadapan dengan Sriwijaya FC. Kami akan belajar dari pengalaman Arema untuk mengatasi tim itu,” kata Pelatih Persib Bandung, Jajang Nurjaman di Bandung.

Menurut Jajang, diakui atau tidak posisi Arema Cronous yang diunggulan membuat psikologis para pemainnya terbentuk sehingga terlalu percaya diri. Di sisi lain secara materi pemain tim itu memang cukup komplit.

Di sisi lain menurut Jajang, Sriwijaya menunjukkan permainan yang menanjak sehingga harus diwaspadai para laga terakhir pada final yang akan digelar akhir pekan ini.

“Penampilan mereka di semifinal paling bagus di ajang Piala Presiden 2015, dan saya berharap Persib bisa tampil lebih siap dan mewaspadai setiap pergerakan pemain Sriwijaya,” kata Jajang.

Meski sejak awal Persib digadangkan tampil pada final ideal melawan Arema Cronous, namun menurut Jajang hukum sepak bola telah bergulir di ajang Piala Presiden dimana setiap tim paling siaplah yang bisa meraih kemenangan.

“Partai puncak harus menjadi pertandingan paling baik dan permainan terbaik, sehingga dengan bersihnya kartu pemain jelas sangat memungkinkan kami bisa berlaga dengan permainan dengan kelas terbaik kita masing-masing,” kata Jajang.

Pelatih yang juga pemain Persib tahun 1980-an itu menyatakan, kekuatan kedua tim sudah bukan rahasia lagi karena sering bertemu di ajang kompetisi maupun turnament. Pelatih Jajang Nurjaman maupun Benny Dollo masing-masing sudah kerap bentrok sebagai juru taktik di lapangan.

“Boleh dikata kita tidak ada rahasia lagi, kekuatan kita sudah terbuka. Sama-sama punya pemain yang pernah merumput di Persib maupun di Sriwijaya FC, sehingga jelas persiapan akhir ini yang menentukan siap tidaknya untuk laga nanti,” kata Jajang.

Terkait “psywar” yang justru menguat terkait tempat pertandingan final di Jakarta maupun di luar Jakarta, kata Jajang tidak menjadi soal bagi dirinya dan para pemain Maung Bandung. Meski demikian secara psikologis juga sedikit berpengaruh karena menyangkut penyesuaian suasana pertandingan.

“Di mana saja bisa, tapi kami berharap segera ada kejelasan saja,” katanya.

Persib Bandung memiliki ambisi untuk mencetak sejarah sebagai Juara ISL 2015 sekaligus Juara Piala Presiden pertama. Pasalnya Persib juga sebelumnya mengukir sejarah sebagai pemegang abadi Piala Presiden (Kompetisi Perserikatan) setelah menjadi juara musim kompetisi 1992-1993. Kemudian menjadi juara Liga Dunhill I 1993-1994.  (KAN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru