Tuesday, October 22, 2019
Home > Berita > Sopir Truk Maut Itu Bernama Bouhlel, Tewaskan 84 Orang di Nice

Sopir Truk Maut Itu Bernama Bouhlel, Tewaskan 84 Orang di Nice

Mohamed Lahouaiej Bouhlel, si sopir maut.

Mohamed Lahouaiej Bouhlel, si sopir maut.

Mimbar-Rakyat.com (Nice) – Jaksa Perancis dan sumber-sumber keamanan Tunisia, Sabtu (16/7), menyatakan telah mengidentifikasi bahwa sopir penabrak massa di Nice, Prancis, dikenal sebagai Mohamed Lahouaiej Bouhlel (31 tahun) asal Tunis. Nama tersebut diidentifikasi melalui lisensi pengemudi dan kartu bank yang ada di truk.

Seperti diketahui, sebanyak 84 orang tewas dan 100 orang lebih luka-luka akibat dihantam sebuah truk yang melaju kencang menabrak kumpulan orang yang sedang merayakan Bastille Day atau Hari Besar Nasional Prancis, di Nice, Kamis (14/7) malam atau Jumat (WIB).

Pihak berwenang juga menemukan pistol palsu atau mainan di dalam truk selain majalah amunisi, replika senapan M16, replika senapan Kalashnikov dan granat palsu.

Bouhlel pernah dijatuhi hukuman karena kejahatan pada bulan Maret tahun ini, kata Menteri Kehakiman Perancis Jean-Jacques Urvoas. “Ada pertengkaran antara dia dan sopir lain,” kata Urvoas wartawan. Bouhlel diberi hukuman percobaan dan diharuskan melapor kepada polisi sekali seminggu.

Kantor berita Reuters mengutip pihak keamanan Tunisia menyebutkan, Bouhlel terakhir mengunjungi rumahnya di kota Msaken, sekitar 120 km selatan Tunis, empat tahun lalu.
Dia memiliki tiga anak, tetapi memiliki masalah perkawinan.

Dia memiliki izin tinggal Perancis selama 10 tahun terakhir tanpa memperoleh kewarganegaraan Prancis. Tetangganya di lingkungan perumahan di Nice utara mengatakan sopir tersebut memiliki kepribadian yang keras dan tidak berbaur dengan orang lain.

Pengemudi tersebut, sengaja menabrakkan truk yang dikendarainya di sepanjang tempat perayaan kembang api di pinggir pantai terkenal Promenade des Anglais, Nice. Mobil menghantam kerumunan massa sejauh 2 km.

Pengemudi maut itu berhasil ditembak mati polisi. Truk itu penuh dengan senjata dan granat. Serangan terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat atau 21.00 GMT. Warga Nice, kota Mediterania dekat perbatasan Italia itu, disarankan untuk tinggal tinggal di rumah.

Menurut Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve, anak-anak termasuk di antara korban tewas dan 18 orang lainnya dalam kondisi kritis. Presiden AS, Barack Obama, mengutuk apa yang dilakukan teroris di Prancis tersebut.

“Tidak ada yang menyangkal sifat serangan teroris ini sangat ekstrim dan penuh kekerasan,” kata Presiden Prancis Francois Hollande dalam pidato resminya Jumat (15/7). “Kami akan lebih memperkuat tindakan di Irak dan di Suriah. Kami akan terus menyerang orang-orang yang menyerang kita di tanah kita sendiri,” katanya.

Perancis termasuk dalam koalisi negara-negara yang melakukan serangan udara terhadap Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) yang juga dikenal sebagai ISIS.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Tapi Nada Bakos, mantan analis CIA, kepada Al Jazeera mengatakan, serangan itu sangat mirip dengan beberapa serangan yang dilakukan oleh al-Qaeda dan ISIL.

Seorang wartawan Nice, ,Matin Damien Allemand, menulis di media online. Dia menjadi saksi mata serangan itu karena berada di tempat kejadian. Menurut dia, serangan terjadi saat pesta kembang api telah selesai. Ketika orang-orang hendak pergi tiba-tiba terdengar suara dan jeritan.

“Sepersekian detik kemudian, sebuah truk putih yang sangat besar datang dengan kecepatan gila, rodanya menggilas dan menghantam orang dalam jumlah besar,” katanya.

“Saya melihat tubuh terbang seperti pin bowling di sepanjang rute. Suara gaduh, menangis, bercampur aduk. Saya tidak akan pernah lupa,” tulisnya.

Allemand menulis, dia dan orang lain berlindung di restoran terdekat. Dia terus mendengar orang-orang berteriak memanggil anggota keluarga yang hilang. Dia memberanikan diri keluar dan melihat mayat, darah dan bagian tubuh sepanjang jalan.”Malam ini, itu adalah horor,” katanya.

Seorang saksi mata mengatakan kepada kantor berita Associated Press, dia melihat sopir muncul dari truk yang dihujani tembakan, setelah truknya diserudukkan ke kerumunan.(Janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru