Monday, October 21, 2019
Home > Berita > Soal Pembatalan Tablig Akbar di Kudus, UAS: Salah Paham

Soal Pembatalan Tablig Akbar di Kudus, UAS: Salah Paham

UAS

MIMBAR-RAKYAT.Com (Kudus) – Ustadz Abdul Somad (UAS) mengunjungi Pondok Pesantren Anak Berkebutuhan Khusus (Ponpes-ABK) Al Achsaniyyah, Kudus Jawa Tengah, Selasa (8/10) malam. UAS sedianya akan menjadi penceramah Tablig Akbar yang bertajuk ‘Urip Iku Urup’ di ponpes itu, namun batal dengan alasan kondusivitas.

Menanggapi hal itu, UAS mengatakan pembatalan itu karena ada salah paham dan salah pengertian. Namun UAS tak menjelaskan salah paham dan pengertian apa yang dimaksud.

“Karena ada salah paham, salah pengertian, ya. Saya hanya sekadar datang menjenguk anak-anak kita dengan membawa sedikit wakaf untuk almarhumah ibu saya lebih kurang Rp50 juta,” ujar UAS.

UAS mengatakan dia baru tahu di Kudus ada pesantren anak berkebutuhan khusus setelah mendapat informasi dari KH Mohammad Faiq Afthoni. Faiq merupakan pimpinan Ponpes Al Achsaniyyah. Menurut UAS, Faiq adalah adik angkatannya sewaktu menempuh pendidikan di Mesir.

“Saya kaget karena belum pernah dengar ada (pesantren anak berkebutuhan khusus), maka saya sanggupi. Persiapannya tidak sampai seminggu. Saya katakan oke, saya datang dan kita buat tablig akbar penggalangan dana,” ujar UAS.

UAS mengatakan maksud tablig akbar itu adalah untuk penggalangan dana Ponpes Al Achsaniyyah. Menurut dia, tidak ada maksud lain dari acara tablig akbar yang sedianya digelar pada Selasa malam itu.

Pimpinan Ponpes Al Achsaniyyah, KH Mohammad Faiq Afthoni bersyukur atas kedatangan UAS di Kudus. Tujuan kedatangan UAS adalah untuk membantu pembangunan asrama atau ruang keterampilan yang ditempati anak-anak kebutuhan khusus. “Tidak ada tujuan yang lain,” kata Faiq.

Faiq mengatakan, UAS datang ke Kudus tidak ada tujuan yang lain. “Tujuannya untuk membantu dana anak-anak kebutuhan di ponpes. Tapi tablig akbar kita gagalkan demi kemaslahatan umat di Kudus,” katanya.

Menanggapi hal itu, UAS mengatakan pembatalan itu karena ada salah paham dan salah pengertian. Namun UAS tak menjelaskan salah paham dan pengertian apa yang dimaksud.

Ketua MUI Kudus

Pembatalan tablig akbar UAS itu direspons Ketua MUI Kudus, Ahmad Hamdani. Kepada kumparan mengaku tak tahu perihal kegiatan UAS di wilayahnya. Dia bahkan tak mendapat undangan.

“Maaf saya tidak tahu persis mengapa dibatalkan. Saya tidak mendapat undangan, juga (tidak dapat) informasi tentang kehadiran UAS di Kudus,” ungkap Ahmad dalam pesan singkat, Selasa (8/10).
Ahmad juga tak mau berspekulasi batalnya tablig akbar UAS karena ada desakan dari pihak atau ormas tertentu.
“Saya tidak mau menduga-duga,” ujarnya.

Di sisi lain, batalnya kegiatan pengajian umum yang diisi oleh UAS bukan kali pertama terjadi di Kudus. Soal ini, Ahmad juga enggan berkomentar lebih jauh.

“Iya ini kali kedua UAS batal tablig di Kudus. Coba tanyakan ke pengasuh Ponpes Achsaniyyah yang lebih tahu alasan mengapa dibatalkan,” ujar Ahmad.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly atau yang akrab disapa Gus Sholah menegaskan bahwa batalnya acara tersebut tidak ada urusan dengan Ansor maupun Banser.

“Itu (batalnya Tablig Akbar UAS) tidak ada urusan dengan Ansor Banser,” tegasnya.
Gus Sholah mengaku dapat laporan dari Ansor dan Banser di Kudus perihal ini. Menurut Gus Sholah, anggotanya tak melakukan gerakan apapun.

“Ansor Banser Kudus diam saja tidak bergerak, tapi di medsos yang dihajar Banser. Ini jawaban teman di Kudus pagi tadi. Jadi apa yang mau dikomentari,” ujarnya.

Sementara itu, meski UAS batal melaksanakan Tablig Akbar, namun kunjungannya tetap berlangsung. Kedatangan UAS, dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan ruang keterampilan di Ponpes Al Achsaniyyah Kudus.(K/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru