Wednesday, November 13, 2019
Home > Berita > Sindikat Cyber Crime Internasional Digulung Polisi, Tersangka WN Taiwan Keruk Rp 2 Triliun dari Korbannya di Indonesia

Sindikat Cyber Crime Internasional Digulung Polisi, Tersangka WN Taiwan Keruk Rp 2 Triliun dari Korbannya di Indonesia

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Sindikat Cyber Crime Internasional yang dilakukan WN Taiwan mengeruk keuntungan hingga Rp 2 triliun. Mereka melakukan penipuan di Indonesia terhadap warga Taiwan juga.

Yang ditipu merupakan orang bermasalah, dan sindikat itu menakut-nakuti dengan berlagak menjadi aparat.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, Kamis (9/3) mengatakan, pengungkapan kasus Cyber Crime ini dari informasi Kepolisian Taiwan CIB (Criminal Investigation Bureau) bahwa ada buronan internasional berada di Indonesia.

Menurut Kapolda, dalam menjalankan aksinya, komplotan penipu ini masuk ke Indonesia menggunakan visa wisatawan. Namun kenyataannya mereka melakukan kegiatan penipuan di negaranya Taiwan hingga Tiongkok. Lalu mereka meminta sejumlah uang untuk menyelesaikan masalah mengaku sebagai polisi, jaksa hingga petugas bank di negaranya.

“Sindikat ini sudah mendapatkan data nasabah bank di Tiongkok dan Taiwan. Mereka hubungi para korban di Taiwan sang mengaku sedang menyelidiki kasus pidana sehingga meminta transfer uang agar kasusnya dihentikan. Dan lokasi aksinya mereka buat di Indonesia,” ucapnya.

Kapolda menjelaskan, sindikat Cyber Crime ini menjadikan tempatnya di Indonesia karena peraturan terkait Internet Service Provider (SIP) cendrung lebih lenggang. Selain Indonesia merupakan negara kepulauan yang besar sehingga mereka harapkan sulit untuk mendeteksi keberadaannya.

“Sindikat Taiwan ini sasaran mereka WN Tiongkok yang memiliki rekening di bank. Jika visanya habis mereka balik ke Taiwan dan kembali lagi ke Indonesia secara bergelombang satu bulan sekali.Kami juga masih menelusuri keterlibatan WNI terkait kasus ini,” tukasnya.

Berdasarkan data Kepolisian Taiwan CIB, sambung Iriawan, para sindikat ini pernah beraksi di Spanyol dan negara Asia lainnya sehingga mereka masuk dalam buronan internasional.

“Kami masih terus bekerjasama dengan kepolisian Taiwan dengan melakukan investigasi,” tukasnya.

Sementara itu perwakilan Kepolisian Taiwan CIB Kombespol Jay Li mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi Kepolisian Indonesia, terutama Polda Metro Jaya yang mengungkap cepat sindikat internasional ini.

“Kami sangat apresiasi, kinerjanya bagus, cepat. Saya merasa bangga. Mudah-mudahan kedepan Kepolisian Indonesia bersama Kepolisian Taiwan bisa kerjasama lagi untuk mengungkap kasus kejahatan lainnya,” ucap Jay Li didampingi penerjemah bahasa.

Tujuh titik lokasi penangkapan para pelaku cyber crime:

Di rumah Blok T8 Jalan Manyar Permai 4, Pandai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara : dipergunakan tempat kerja‎ para pelaku.‎ Diamankan 32 pelaku (27 pria dan 5 perempuan). Barang bukti : 25 paspor Taiwan, 45 telepon Line, 6 laptop, 45 VPN caller, dan 2 HT.

Jalan Manyar 7, PIK, Jakut : sebagai tempat transit dari Taiwan ke Indonesia. Pelaku yang diamankan 4 orang (2 pria dan 2 wanita). Barang bukti : 1 laptop, 5 paspor, 6 hp, 5, buku tabungann 1 unit dekorder CCTV, 4 ID card Taiwan, 1 tas, 1 kalung, dan 2 lembr dokumen berbahasa Tiongkok.

Hotel 88 Mangga Besar, pelaku diamankan 20 orang (16 pria dan 4 perempuan)‎. Barang bukti : 9 paspor, 3 laptop, 15 hp.

Di rumah Jalan Kemang, tapi kosong. Para sindikat pernah mengunjungi rumah ini, saat dilakukan penggerebekan tidak ada orang.

Apartemen Best western, diamankan 3 pelaku (2 pria dan 1 perempuan). Barang bukti : 1 laptop, 1 ipad, 6 hp, uang tunai Rp 25 juta dan uang Yun 46 lembr pecahan 100 Yuan.

Jalan Camar Elok V no. 20‎, diamankan 4 pelaku (2 pria, 2 perempuan). Barang bukti : 7 hp, 3 token BCA, 1 atm BCA, 1 atm BRI, 4 paspor Taiwan, 1 buku rekening BCA a.n : Endang Sumarna, rekening BCA a.n : Lilik Indrawati, dan uang Rp 3 juta.

Dealer Mazda Sunter, Jakut‎. Diamankan satu orang WNI yang menjemput para pelaku. Barang bukti : satu unit mobil nissan evali B 1926 FYD, 2 paket sabu-sabu, satu alat hisap. (joh)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru