Wednesday, September 18, 2019
Home > Berita > Shamsi Ali bahas Islam dan Barat pada Interfaith Dialogue di Qatar

Shamsi Ali bahas Islam dan Barat pada Interfaith Dialogue di Qatar

Imam Besar Masjid New York, Imam Shamsi Ali yang berbicara pada Doha Interfaith Dialogue Conference ke-13 di Doha, sedang berbincang bersama warga Indonesia di Qatar. (bd)

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan kesalahfahaman  dunia terhadap Islam khususnya di dunia Barat dan Amerika.

Hal ini diungkapkan Imam Besar Masjid New York, Imam Shamsi Ali ketika berbicara pada Doha Interfaith Dialogue Conference  ke-13 di  Doha, Qatar baru baru ini.

Konferensi yang bertema “Religion and Human Rights” dihadiri  sekitar 500 partisipan dari 70 negara di dunia.

Pernyataan ini juga disampaikan Imam Besar Masjid New York ini di depan Komunitas dan wakil ormas Indonesia di Qatar yang dipimpin oleh Edwin Kurniawan  ketika  memenuhi undangan Duta Besar Indonesia untuk Qatar Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi di Wisma Duta baru baru ini.

Dalam sambutannya, Dubes Basri menyampaikan apresiasi kepada Ustad Shamsi Ali  atas dedikasi dan pengorbanannya sehingga citra Indonesia di dunia barat khususnya di Amerika meningkat.

Mantan anggota DPR ini juga mengajak komunitas diaspora khususnya yang berada di Qatar agar mengikuti jejak Imam Ali dalam bidang dan keahlian masing masing guna mengharumkan nama Indonesia di luar negeri.

Dalam paparannya, Imam yang diangkat sebagai “Ambassador for Peace” oleh the International Religious Federation pada 2002 mengungkapkan, kunjungannya ke Doha diundang oleh  Doha International Centre for Interfaith Dialogue (DICID) karena dianggap berhasil mempromosikan dialog antaragama di antara agama-agama nabi Ibrahim di Amerika Serikat (AS).

Menurut  pejabat KBRI Doha, Boy Dharmawan, penerima ICLI Interfaith Award 2008 itu juga  diundang untuk menjadi pembicara pada diskusi panel di College of Islamic Studies, Hamad bin Khalifa University, di Qatar Foundation (QF).

QF bekerja sama dengan 10 universitas terbaik di Amerika Serikat  untuk membuka cabang di Qatar untuk menjadikan Doha sebagai kota pendidikan di Dunia dengan membangun berbagai infrastruktur kelas dunia.

Upaya ini merupakan bagian dari persiapan  Qatar menjadi tuan rumah piala dunia tahun 2022 mendatang.

Ali juga menjelaskan upayanya untuk meningkatkan citra Islam di Amerika pada 27 Februari 2018telah membeli lahan  seluas 18,30 hektar  yang digunakan  membangun public educational and retreat center di kawasan destinasi wisata di kota Moodus di Connecticut, AS.

Imam Besar Masjid New York, Imam Shamsi Ali, berfoto bersama dengan Duta Besar RI dan warga Indonesia di Qatar. (bd)

Disampaikan bahwa di atas lahan seluas 7,4 hektar akan didirikan pondok pesantren pertama di Amerika, pondok Nusantara Madani.

Dalam  pernyataannya,  pria kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan itu minta dukungan dan doa dari komunitas Indonesia khususnya di Qatar.

“Teman-teman,  Hari ini adalah hari bersejarah bagi Nusantara Foundation, Indonesia dan dakwah Islam di dunia. What I need at the moment is your prayers and support. And thank you!”  Tulisnya pada pesan whatapps dari New York, AS kepada KBRI Doha.

Imam yang juga Ketua Dewan Pengawas untuk Federasi Muslim ASEAN di Amerika Utara mengatakan proses pembelian itu dilakukan sejak Nopember tahun lalu, akhirnya pada tanggal 27 Februari telah selesai ditanda tangani serah terima kepemilikian tanah atau properti yang berlokasi di kota Moodus Connecticut.

Menurut Ali yang juga menjabat Wakil Presiden Koalisi Asia-Amerika (AAC-USA) dan Perwakilan PBB ini, Yayasan Nusantara secara penuh memiliki tanah tersebut untuk dikelolah menjadi pusat pendidikan dan dakwah Islam ke depan.  (bd/kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru