Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Shalat Idul Fitri 1440 H di Australia pada 5 Juni 2019

Shalat Idul Fitri 1440 H di Australia pada 5 Juni 2019

Shalat Ied 1440 H di Australia pada Selasa 5 Juni 2019. (arl)

MIMBAR-RAKYAT.com (Melbourne) – Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H di Australia, jatuh pada Rabu 5 Juni 2019, seperti diumukan  Dewan Imam Nasional Australia bersama Mufti Besar Australia DR Ibrahim Abu Muhamad.

“Puasa Ramadan ke-30 sebagai puasa terakhir jatuh pada 4 Juni 2019 dan 1 Syawal pada 5 Juni 2019,” kata DR Ibrahim dalam siaran tentang puasa terakhir itu pada minggu ini.

“Kalau ada perbedaan awal dan akhir Ramadan harus kita hormati, karena metodologi yang digunakan berbeda dalam menentukan hari terakhir Ramadan,” demikian tertulis dalam siaran itu.

Sementara organisasi muslim Victoria,  IMCV (Indonesia Muslim Community Victoria), mengumumkan penyelenggaraan shalat Ied 1440 H di empat tempat yang berbeda.

Pengumuman Idul Fitri 1440 H di Ausralia, jatuh pada Selasa, 5 Juni 2019. (arl)

Di wilayah utara Melbourne, akan diadakan di Brunswick Sport Stadium di Gardiner St, Brunswick 3056, pada pukul 07.30 dengan imam dan khatib Ustad M Saihul Basyir.

Untuk wilayah barat Melbourne, diadakan di Altona Badminton Center, di 271 Mason Street, Altona North 3025, pada pukul 07.45 dengan imam Ustad Feri Firmansyah dan khatib Ustad H Zulkarim, Lc, MA.

Sedangkan di kawasan selatan Melbourne diadakan di Springvale City Hall, 397-405 Springvale R, springvale 3171. Pelaksanaan shalat Ied itu diadakan pada pukul 07.30 dengan imam Wildan Sani Rasyid dan khatib Ustad Nuim Khaiyath.

Sedangkan KJRI menyelenggarakan shalat Ied di pusat kota CBD di sekretariatnya pada pukul 08.00 dengan imam dan khatib Ustad Hamim Jufri.

Halal Bihalal komunitas muslim Indonesia di Melbourne, diadakan di KJRI – bekerja sama dengan Perkumpulan Warga Indonesia di Victoria, Australia (Perwira) dan IMCV, pada Sabtu 15 Juni 2019. Penceramahnya adalah Ustad Hamim Jufri.

Shalat Ied 1440 H di Melbourne diadakan di banyak tempat, karena komunitas muslim dari beberapa negara memiliki masjid sendiri dan menyelenggarakan sendiri kegiatan itu bersama jamaah dari negaranya, namun siapa pun yang ingin shalat bersama mereka tidak ada masalah.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru