Sunday, September 22, 2019
Home > Berita > Setelah Masuk DPO, Paspor Habib Rizieq Terancam Dicabut

Setelah Masuk DPO, Paspor Habib Rizieq Terancam Dicabut

Habib Rizieq Shihab. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Pasca diterbitkannya surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Habib Rizieq Shihab, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya langsung menggelar rapat dengan Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (31/5) menyebutkan, salah satu yang akan dibahas di antaranya adalah permintaan pencabutan paspor Habib Rizieq kepada Imigrasi. Selain itu, tidak menutup kemungkinan kepolisian juga akan menerbitkan Red Notice.

Red Notice (Wanted Notice) adalah permintaan pencarian tersangka atau terdakwa atau terpidana yang diduga melarikan diri ke negara lain, dengan maksud agar dilakukan pencarian, penangkapan dan penahanan untuk diekstradisikan.

Kewajiban negara-negara yang tergabung dalam Interpol untuk menyebarluaskan dan mencari buronan Red Notice tersebut di dalam negerinya, kemudian menangkap atau minimal memberitahu negara asal pembuat Red Notice.

“Sekarang sedang kita rapatkan, nanti kita minta Imigrasi untuk mencabut paspornya atau nanti akan segera kita lakukan koordinasi untuk menerbitkan red notice, kita tunggu hasil rapat nanti siang,” kata Argo kepada awak media di Mapolda Metro Jaya.

Seperti diketahui, sejak hari ini penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menerbitkan surat DPO untuk Habib Rizieq setelah sebelumnya dikeluarkan surat perintah penangkapan dan SPDP.

Setelah melalui tahap gelar perkara Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Senin, (29/5) menetapkan Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka dalam kasus dugaan percakapan (chat) berbau pornografi.

Penetapan tersangka setelah menemukan unsur pidana dengan alat bukti cukup. Habib Rizieq dituduh melanggar Pasal 4 ayat 1 juncto pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-undang nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Dalam perjalanan kasus ini, polisi lebih dulu menetapkan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein sebagai tersangka pada Selasa, (26/5).

Dengan dikeluarkan surat perintah penangkapan tersebut maka penyidik akan mendatangi kediaman Habib Rizieq untuk memastikan keberadaannya.

“Nanti penyidik akan datang ke rumah tersangka kemudian setelah itu dari rumah tersangka akan ke Iimigrasi akan menanyakan mencari informasi kira-kira memastikan keberadaan tersangka itu dimana?,” kata Argo.

Tahap-tahapan tersebut merupakan dasar yang harus dilalui penyidik untuk mencantumkan Habib Rizieq dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kemudian yang kedua penyidik juga hari ini menerbitkan surat SPDP surat perintah dimulai penyidikan dan kita kirimkan ke JPU,” ujar Argo.

Sebelumnya, SPDP juga sudah dikirimkan penyidik ke JPU saat kasus chat berbau pornografi belum ada tersangka. SPDP saat ini merupakan yang kedua setelah ditetapkan tersangka. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru