Saturday, January 25, 2020
Home > Hukum > Setelah Diburu 3 Tahun Sindikat Wong Dari Hongkong Terjerat di Dadap

Setelah Diburu 3 Tahun Sindikat Wong Dari Hongkong Terjerat di Dadap

MIMBAR- RAKYAT.com (Jakarta)  Setelah diburu selama 3 tahun sindikat  narkoba  Wong Ching Ping asal Hongkong akhirnhya  terjerat di kampong Dadap  Kalideres Tangerang oleh Tim BNN. Sebanyak 800 Kg Sabu yang tertangkap dari tangan sindikat ini  merupakan pengungkapan terbesar dalam sejarah pemberantasan narkotika tingkat Asean.

Bersama barang haram ini diringkus 9 pelaku terdiri  4 warga Negara Indonesia 4 warga Negara Hongkong dan 1 dari Malaysia ,dan  termasuk dedengkotnya Wong,

“Jadi ini sudah kita targetkan 3 tahun lebih tetapi yang efektif penyelidikan setahun terakhir jaringan international juga berkat kerja sama besar Cina Hongkong, Thailand karena jaringan ini tak hanya menargetkan Indonesia saja tertapi negara lain,” ujar Deputi Pemberantasan BNN, Deddy Fauzi Elhakim di sela-sela gelar perkara di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (6/1/2015).

Deddy mengatakan pengungkapan ini merupakan kerja keras penyidik BNN. Pasalnya jumlah sabu yang didapat lima kali lebih banyak dari hasil tangkapan BNN bulan November sebesar 160 Kg.

“Hasil kerja keras kami ini merupakan yang terbesar karena terakhir BNN Thailand hanya berhasil mengungkap 100 sampai 200 Kg akan tetapi pada hari ini kita berhasil mengungkap 800 Kg lebih sabu kristal,” ujarnya.

Selama ini dikatakannya Indonesia memiliki ribuan entry poin pelabuhan tikus. Dari belasan pelabuhan dan badara resmi masih terdapat ribuan pelabuhan ilegal lainnya.

“Sebagai negara kepulauan kita memiliki entry poin pelabuhan tikus terbanyak yang menjadi celah bagi mereka. Hal ini menjadi tugas berat kami yang harus dapat mengawasi jalur tikus di Indonesia,” tutupnya.

Jalur Laut

Sindikat narkoba Wong Ching Ping menyelundupkan sabu seberat 800 kilogram lewat jalur laut. Untuk mengelabui petugas, ratusan kilogram barang haram itu dimasukkan dalam kemasan kopi.Belasan anggota Tim Tindak Kejar BNN dengan senjata lengkap memperlihatkan karung hasil tangkapan dari transaksi sabu di Kalideres, Jakarta Barat.

Puluhan karung itu dibawa masuk menggunakan troli barang. Saat karung dibuka, terlihat puluhan bungkus kopi.

“Jadi sabu ini dikemas di dalam bungkus kopi untuk menghindari kecurigaan dari petugas. Untuk memastikannya bungkus kopi ini kita buka,” ujar Deputi Pemberantasan Deddy Fauzi Elhakim.

Setiap karung berisikan 20 bungkus kopi berukuran besar. Salah satu bungkus diambil Deddy untuk memastikan jika di dalam bungkus itu berisikan kristal sabu.

“Dapat dilihat setelah dibuka ternyata isinya sabu kristal yang dikemas dalam plastik bening,” lanjut Deddy.

Tak hanya diperlihatkan secara fisik, Deddy juga akan membuktikan dengan uji laboratorium. Berdasarkan hasil uji reaksi kimia, potongan kecil kristal menujukkan positif metafhetamin. (ais)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru