Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Serangan Udara Tewaskan 8 Relawan “Helm Putih”

Serangan Udara Tewaskan 8 Relawan “Helm Putih”

Kelompok “Helm Putih” tampak menyelamatkan seorang anak dari puing bekas hantaman serangan udara. Pihak penyelamat mengatakan bahwa pihaknya juga berulang kali jadi target dalam perang Suriah. (Foto:AFP/Al Jazeera)

Kelompok “Helm Putih” tampak menyelamatkan seorang anak dari puing bekas hantaman serangan udara. Pihak penyelamat mengatakan bahwa pihaknya juga berulang kali jadi target dalam perang Suriah. (Foto:AFP/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Kafr Zita) – Serangan udara yang dilakukan pihak pemerintah, Sabtu (29/4), yang menghantam pusat penyelamat di Kafr Zita, provinsi Hama, Suriah barat laut, membunuh 8 anggota penyelamat yang juga dikenal sebagai relawan “Helm Putih”.

Pertahanan Sipil Suriah dimana para relawan bergabung, lewat posting Twitter seperti dilaporkan Al Jazeera, menyebutkan setidaknya delapan orang dari Pertahanan Sipil Suriah yang juga dikenal sebagai The White Helmets di provinsi Hama tewas karena serangan udara.

Relawan disebutkan memang sering menjadi sasaran serangan udara pemerintah, yang dikenal sebagai serangan “double tap”, karena relawan juga  berupaya menyelamatkan orang lain. Pertahanan Sipil Suriah beroperasi di sebagian besar wilayah yang dikuasai pemberontak Suriah.

Kelompok tersebut mengatakan, lima mayat juga diangkat dari reruntuhan dan tim penyelamat terus mencari yang lain. Sedang Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, menyebutkan jumlah orang yang terbunuh kemungkinan akan meningkat saat misi pencarian berlanjut.

Belum diketahui pasti siapa yang melakukan serangan udara, apakah Suriah atau Rusia. Namun pemerintah Suriah dan pesawat Rusia memang telah menargetkan daerah yang dikuasai oposisi. Hama telah menjadi tempat kekerasan hebat dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam sebuah wawancara dengan jaringan berita TeleSUR yang berbasis di Venezuela, Presiden Suriah Bashar al-Assad menyalahkan kelompok oposisi dengan alasan mereka  “menghancurkan” infrastruktur negara tersebut.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru