Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Serangan Udara Pemerintah Suriah Bunuh 30 Orang Lagi di Ghouta Timur

Serangan Udara Pemerintah Suriah Bunuh 30 Orang Lagi di Ghouta Timur

Serangan udara pemerintah Suriah membunuh setidaknya 30 orang lagi di pinggiran kota Damaskus. Pengeboman persisnya terjadi di daerah Ghampa, wilayah Ghouta Timur yang dikuasai pergerakan antipemerintah Suriah.(Foto: Al Jazeera)

Serangan udara pemerintah Suriah membunuh setidaknya 30 orang lagi di pinggiran kota Damaskus. Pengeboman persisnya terjadi di daerah Ghampa, wilayah Ghouta Timur yang dikuasai pergerakan antipemerintah Suriah.(Foto: Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Damaskus) – Serangan udara pemerintah Suriah membunuh setidaknya 30 orang lagi di pinggiran kota Damaskus. Pengeboman persisnya terjadi di daerah Ghampa, wilayah Ghouta Timur yang dikuasai pergerakan antipemerintah Suriah.

Laporan dari kelompok pemantau perang di Suriah, seperti diterima Al Jazeera, menyebutkan, serangan  terjadi saat ribuan warga sipil dalam beberapa hari terakhir meninggalkan Ghouta Timur, yang telah berada di bawah ancaman pengeboman sebulan penuh oleh pemerintah.

Serangan pemerintah Suriah pada hari Sabtu waktu setempat itu juga melukai puluhan lainnya. Demikian laporan Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR), tentang gempuran yang terjadi saat warga sipil berusaha melarikan diri dari garis depan di daerah kantong yang terkepung itu.

SOHR yang berbasis di Inggris menyebutkan,  setidaknya 10.000 orang meninggalkan pinggiran kota Damaskus pada hari Sabtu, saat serangan udara amat mematikan berlanjut. Sebelumnya pada hari Jumat, 46 warga sipil, termasuk enam anak, terbunuh di distrik Kafr Batna.

Pada hari Jumat, dilaporkan antara 12.000 dan 13.000 orang telah melarikan diri dari wilayah timur Damaskus. Mereka meninggalkan rumah dengan meninggalkan harta benda. Banyak diantaranya yang  berjalan kaki, di samping ada juga dengan kendaraan. Warga sipil yang putus asa tersebut melarikan diri ke daerah-daerah di bawah kendali pemerintah.

Situasi kemanusiaan di pinggiran timur Damaskus makin memburuk sejak 18 Februari, ketika pesawat tempur Suriah yang didukung Rusia mengintensifkan serangan mereka di wilayah tersebut dan telah menewaskan lebih dari 1.250 orang dalam sebuah pemboman tanpa henti, meskipun ada upaya untuk menerapkan gencatan senjata.

Dalam sebuah usaha awal menumpas kelompok oposisi bersenjata, pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad memberlakukan pengepungan ketat terhadap Ghouta Timur sejak tahun 2013 – tak lama setelah wilayah itu berada di bawah kendali pemberontak.

Akibat blokade tersebut, kekurangan pangan dan kekurangan pasokan medis telah membuat sekitar 400.000 penduduk putus asa. Di antara ribuan warga sipil yang melarikan diri, terbanyak berasal dari kota Hamouriyah, yang telah menjadi pusat pertempuran antara pemberontak antipemerintah dan pasukan militer. Pasukan pemerintah sekarang mengelilingi Hamouriyah.

Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Suriah mengatakan orang-orang di Ghouta Timur terus meninggalkan daerah tersebut pada hari Sabtu, dengan sekitar 12.000 sampai 16.000 orang telah meninggalkannya dalam beberapa hari terakhir.

Kantor UNHCR di ibukota Suriah mengkonfirmasi bahwa ada tiga tempat penampungan di daerah Damaskus di mana orang-orang dari Ghouta Timur tiba: Dwier, Hejelleh dan Adra.

“Situasi kemanusiaan secara keseluruhan sangat mengerikan. PBB telah mengirimkan barang-barang darurat seperti makanan, kasur, selimut dan peralatan kebersihan dan bersiap untuk bantuan lebih lanjut untuk disampaikan sebagai tanggapan terhadap meningkatnya jumlah orang yang tiba di tempat penampungan,” kata Khalaf dsri UNHCR.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru