Monday, November 11, 2019
Home > Berita > Serangan Udara Israel Bunuh 1 Warga Palestina di Gaza, Dua Terluka

Serangan Udara Israel Bunuh 1 Warga Palestina di Gaza, Dua Terluka

Saksi mata mengatakan ketiga orang korban itu sedang duduk di kebun yang bersebelahan dengan salah satu situs yang menjadi sasaran. Salah satu korban cidera sedang dirawat. (Foto: Reuters/Al Jazeera)

Saksi mata mengatakan ketiga orang korban itu sedang duduk di kebun yang bersebelahan dengan salah satu situs yang menjadi sasaran. Salah satu korban cidera sedang dirawat. (Foto: Reuters/Al Jazeera)

mimbar-rakyat.com (Gaza) – Serangan udara Israel di Jalur Gaza telah menewaskan satu orang. Demikian keterangan pejabat Palestina di Kementerian Kesehatan Gaza dan mengatakan Ahmed al-Shehri yang berusia 27 tahun tewas dalam serangan sebelum fajar pada hari Sabtu (2/11).

Dua lainnya disebutkan terluka akibat serangan itu. Media Palestina, seperti disebutkan Al Jazeera,  melaporkan bahwa serangan itu menargetkan beberapa tempat pelatihan dan pos-pos yang berafiliasi dengan Hamas, kelompok yang memerintah Jalur Gaza yang terkepung.

Saksi mata di rumah sakit Nasser di selatan kota Khan Younis mengatakan,  ketig korban berada  di kebun yang bersebelahan dengan salah satu pos yang menjadi target.

Serangan itu terjadi setelah militer Israel mengatakan bahwa Palestina menembakkan 10 roket dari Gaza ke Israel pada Jumat malam, delapan di antaranya dicegat. Dikatakan bahwa serangkaian serangan dilakukan sebagai tanggapan terhadap tembakan roket.

Tidak ada laporan korban lebih rinci. Polisi Israel mengatakan pecahan bom merusak sebuah rumah di kota selatan Sderot dan rekaman video menunjukkan sebuah mobil di dekat bangunan itu dengan jendela-jendela pecah dan puing-puing.

Itu adalah hari kedua berturut-turut tentara Israel melaporkan tembakan roket dari daerah kantong perlawanan. Namun tidak ada kelompok bersenjata di Gaza yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan roket. Militer Israel mengatakan Hamas bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Israel dan Hamas telah berperang tiga kali sejak 2007. Sejak penguasan Gaza,  Israel dan Mesir telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan pada kantong itu. Pengangguran di wilayah itu mencapai 52 persen, sepereti dirilis Bank Dunia, dan kemiskinan tersebar luas.

Israel mengatakan blokade diperlukan untuk menghentikan senjata mencapai Hamas. Semeentara Hamas mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata tidak resmi dengan Israel, tetapi beberapa faksi bersenjata di Gaza bertindak secara independen dari kelompok itu.

Sebelumnya pada hari Jumat, para pejabat kesehatan mengatakan bahwa sejumlah warga Palestina terluka oleh tembakan langsung selama protes terhadap blokade di sepanjang pagar pemisahan Gaza.

Mediator internasional, termasuk Mesir dan Qatar, mengawasi kesepakatan gencatan senjata untuk mengurangi intensitas protes sebagai imbalan atas konsesi Israel dan pengiriman uang tunai bulanan Qatar ke Gaza.

Serangan sebelum fajar di daerah kantong yang dikepung menghantam beberapa situs yang berafiliasi dengan Hamas, lapor media Palestina.***sumber Al Jazeera, Google.(dta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru